Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Waspada Campak di Ambon, Kadinkes Buru Selatan Ajak Warga Tenang dan Perkuat Imunisasi Anak

Namrole – Merebaknya laporan kasus campak di Kota Ambon mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten Buru Selatan. Kondisi tersebut mendorong Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan untuk mengingatkan masyarakat agar tetap tenang, namun tidak lengah terhadap potensi penyebaran penyakit menular yang sangat mudah menjangkiti anak-anak tersebut.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan, Yurdin Halibi, Kamis (16/4/2026), menegaskan bahwa hingga saat ini wilayah Buru Selatan belum ditemukan adanya kasus campak. Meski demikian, ia meminta seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat mobilitas warga antarwilayah cukup tinggi sehingga risiko penularan tetap harus diantisipasi sejak dini.

“Semoga di Buru Selatan tidak terjadi kasus campak. Tetapi masyarakat harus tetap waspada, karena penyakit ini sangat mudah menular melalui udara, terutama dari percikan batuk, bersin, atau flu penderita,” ujar Yurdin.

Menurutnya, campak merupakan penyakit yang tidak boleh dianggap sepele. Selain menimbulkan demam tinggi dan ruam merah pada tubuh, campak juga dapat menyebabkan komplikasi serius apabila tidak segera ditangani, terutama pada bayi, balita, dan anak-anak yang belum memiliki kekebalan tubuh kuat.

Yurdin menjelaskan, kelompok yang paling rentan terserang campak adalah anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap. Oleh sebab itu, ia mengingatkan para orang tua agar memastikan anak-anak mereka menerima vaksinasi sesuai jadwal yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia juga meminta masyarakat lebih berhati-hati apabila ada anggota keluarga yang sedang mengalami batuk, pilek, atau flu. Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi pintu masuk penularan berbagai penyakit, termasuk campak, jika tidak segera dicegah.

“Jangan panik, tetapi tetap mawas diri. Jika ada keluarga yang batuk atau flu, sebaiknya dijauhkan dulu dari bayi dan anak-anak agar tidak terjadi penularan,” katanya.

Selain langkah pencegahan di rumah, Yurdin mengimbau warga agar segera membawa anak ke fasilitas kesehatan terdekat apabila menunjukkan gejala campak. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain demam tinggi, ruam merah pada kulit, mata merah, batuk, pilek, serta tubuh lemas.

Ia menegaskan masyarakat tidak disarankan mengonsumsi obat secara sembarangan tanpa petunjuk dokter atau tenaga kesehatan. Penanganan medis yang cepat dan tepat dinilai sangat penting untuk mencegah kondisi pasien memburuk.

Campak sendiri disebabkan oleh virus measles atau morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Virus ini menyebar melalui udara saat penderita batuk atau bersin. Bahkan, virus campak diketahui dapat bertahan di udara maupun menempel pada permukaan benda selama beberapa jam, sehingga penularannya tergolong sangat cepat.

Lebih lanjut, penderita campak sudah dapat menularkan virus sejak empat hari sebelum ruam muncul hingga empat hari setelah ruam mulai menghilang. Hal inilah yang membuat penyakit tersebut kerap menyebar tanpa disadari di lingkungan keluarga maupun sekolah.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko campak pada anak antara lain belum menerima vaksin campak atau MMR, mengalami kekurangan gizi dan vitamin A, memiliki daya tahan tubuh lemah, serta tinggal di lingkungan padat penduduk dengan sanitasi yang kurang baik.

Dinas Kesehatan menegaskan, benteng utama pencegahan campak adalah imunisasi MR/MMR sesuai jadwal. Vaksin tersebut umumnya diberikan saat anak berusia 15 bulan dan diulang kembali pada usia 5 hingga 6 tahun untuk memperkuat perlindungan tubuh terhadap virus campak.

Selain imunisasi, masyarakat juga diminta menjaga kebersihan lingkungan, membiasakan cuci tangan, menerapkan etika batuk dan bersin, serta mengurangi kontak dengan orang yang sedang sakit.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat serta cakupan imunisasi yang baik, Pemerintah Kabupaten Buru Selatan berharap wilayahnya tetap aman, sehat, dan terbebas dari penyebaran campak yang kini menjadi perhatian di sejumlah daerah. (KT/04)

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments