Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Lapas Namlea Tingkatkan Kewaspadaan Hantavirus, Warga Binaan Ikuti Cek Kesehatan dan Sosialisasi

NAMLEA — Meningkatnya kasus Hantavirus yang menjadi perhatian dunia turut mendapat respons serius dari Lapas Kelas III Namlea. Bekerja sama dengan Puskesmas Sawa, pihak lapas menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) serta sosialisasi terkait penyakit Hantavirus bagi warga binaan di Aula Lapas, Sabtu (23/5/2026).

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Perawatan Kesehatan dan Rehabilitasi Nomor PAS.6.PK.07.03-1 tentang kewaspadaan terhadap risiko penularan Hantavirus, menyusul ditemukannya 23 kasus di sembilan provinsi di Indonesia berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Mei 2026.

Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah antisipasi untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran virus, khususnya di lingkungan lapas yang memiliki tingkat hunian cukup padat.

“Kita perlu melakukan deteksi sejak dini terhadap varian virus baru yang saat ini menjadi salah satu ancaman kesehatan yang patut diwaspadai. Sosialisasi kepada warga binaan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran dan meningkatkan pengetahuan mengenai bahaya serta pencegahan virus ini,” ujar Marasabessy.

Dalam kegiatan tersebut, tim Puskesmas Sawa yang terdiri dari enam tenaga kesehatan melakukan pemeriksaan kesehatan dasar kepada seluruh warga binaan sekaligus memberikan edukasi mengenai gejala, gambaran klinis, hingga langkah pencegahan dan pengendalian Hantavirus.

Sosialisasi juga turut didampingi petugas kesehatan Lapas Namlea, Fransky Uneputty, yang menjelaskan potensi risiko penyebaran virus tersebut.

“Hantavirus berasal dari hewan pengerat dan dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia. Gejalanya antara lain demam, sakit kepala, nyeri otot, serta gangguan pada saluran pencernaan. Karena lingkungan lapas merupakan tempat dengan aktivitas dan interaksi yang tinggi, maka penting untuk menerapkan langkah pencegahan yang efektif, salah satunya dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan,” jelas Fransky.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sawa, Risnawati Wailulung, berharap kolaborasi antara pihak puskesmas dan Lapas Namlea dapat terus diperkuat guna mencegah penyebaran penyakit menular di lingkungan warga binaan.

“Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan kegiatan sosialisasi seperti ini dapat kembali dilaksanakan di masa mendatang. Edukasi kesehatan sangat penting agar warga binaan semakin sadar akan pola hidup sehat sehingga dapat terhindar dari berbagai penyakit dan ancaman virus,” ujarnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan layanan kesehatan sekaligus langkah preventif dalam menciptakan lingkungan lapas yang sehat, aman, dan bebas dari risiko penyebaran penyakit menular.(LTO)

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments