Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Polnam Resmi Mulai Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Rp74,9 Miliar

Ambon – Politeknik Negeri Ambon (Polnam) resmi memulai babak baru penguatan pendidikan vokasi di Maluku melalui prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Gedung Kuliah Terpadu (GKT), yang berlangsung di kawasan kampus Polnam, Wailela, Ambon, Selasa (26/5/2026).

Prosesi peletakan batu pertama dilakukan Direktur Polnam bersama para Wakil Direktur, Ketua Jurusan, Ketua Tim Teknis, serta penyedia jasa konstruksi dari PT Karya Inti Bumi Konstruksi, disaksikan jajaran pimpinan, sivitas akademika, tim teknis, dan para undangan.

Pembangunan infrastruktur pendidikan strategis tersebut dibiayai melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2026 dengan total alokasi anggaran mencapai Rp74.938.564.000.

Direktur Politeknik Negeri Ambon, Dady Mairuhu, ST., MM., mengatakan pembangunan Gedung Kuliah Terpadu menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas sarana pembelajaran sekaligus menjawab kebutuhan pendidikan vokasi yang semakin berkembang.

Menurutnya, pembangunan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen negara dalam mencetak sumber daya manusia unggul dan siap bersaing di dunia kerja.

"Kehadiran Gedung Kuliah Terpadu ini menjadi bukti komitmen negara dalam melahirkan tunas bangsa yang unggul, terampil, dan siap diserap pasar kerja nasional maupun internasional," ujar Dady di sela-sela prosesi groundbreaking.

Dady menambahkan, proyek yang dimulai menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Direktur Polnam pada 7 Juni 2026 itu menjadi salah satu capaian penting dalam pengembangan institusi.

Dengan seluruh proses lelang fisik yang telah tuntas melalui Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Nasional, manajemen kampus optimistis proses konstruksi dapat berjalan sesuai target.

"Kami berharap seluruh tahapan pembangunan berjalan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh seluruh sivitas akademika pada tahun akademik mendatang," katanya.

Ketua Tim Teknis Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu Polnam, Vector R Hutubessy, ST., M.Eng., menjelaskan pembangunan gedung tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat layanan pendidikan vokasi, terutama dalam menjawab meningkatnya kebutuhan ruang belajar dan fasilitas berbasis teknologi.

Gedung Kuliah Terpadu akan dibangun di atas lahan kampus Polnam dengan total luas bangunan mencapai 3.366,75 meter persegi dan terdiri dari empat lantai.

Fasilitas yang akan tersedia di dalam gedung tersebut meliputi: 17 ruang kuliah; 10 laboratorium modern; 3 ruang koordinator program studi; 3 ruang kepala laboratorium; Ruang konferensi; Ruang dosen; Mushola; Berbagai fasilitas pendukung akademik lainnya.

Selain menjadi ruang pembelajaran terpadu, gedung tersebut juga dirancang untuk mendukung sistem pembelajaran kolaboratif, digitalisasi pendidikan, serta pengembangan kompetensi mahasiswa sesuai kebutuhan industri global.

Integrasi laboratorium praktik dan ruang kuliah dalam satu kawasan pembelajaran diharapkan mampu memperkuat sinkronisasi antara teori dan praktik lapangan bagi mahasiswa vokasi.

Dalam laporannya, Vector mengungkapkan bahwa seluruh tahapan persiapan pembangunan telah diselesaikan, mulai dari dokumen perencanaan teknis, perizinan, pengadaan jasa konstruksi hingga penandatanganan kontrak pelaksanaan.

Pekerjaan konstruksi dilaksanakan oleh PT Karya Inti Bumi Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp45.993.960.000.

Pembangunan gedung ditargetkan berlangsung selama 227 hari kalender sejak penandatanganan kontrak kerja.

Sementara itu, total pembiayaan proyek terdiri dari: Konstruksi Gedung Kuliah Terpadu: Rp48.632.620.000, Manajemen konstruksi: Rp1.214.601.000, Pengelolaan kegiatan: Rp464.500.000, Pengadaan peralatan: Rp22.750.442.000, Pengadaan meubelair: Rp1.876.401.000. Total keseluruhan anggaran mencapai Rp74.938.564.000.

Tim pelaksana proyek menegaskan pembangunan akan dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip tepat mutu, tepat waktu, tepat biaya, transparan, akuntabel, serta memperhatikan aspek keselamatan kerja dan keberlanjutan lingkungan.

Pengawasan dan pengendalian proyek juga akan dilakukan secara berkala melalui koordinasi antara pihak kampus, tim teknis, konsultan manajemen konstruksi, serta penyedia jasa.

Pembangunan Gedung Kuliah Terpadu tersebut diharapkan menjadi tonggak baru bagi Politeknik Negeri Ambon dalam memperkuat posisi sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing, sekaligus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di Maluku dan kawasan Indonesia Timur. (Red)

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments