Bantul – Upaya menekan angka kriminalitas jalanan yang melibatkan kalangan remaja terus diperkuat oleh Polres Bantul. Salah satu langkah yang kini digencarkan yakni melalui program bertajuk Gerakan Orang Tua Memanggil, sebuah gerakan yang mengajak orang tua lebih aktif mengawasi dan memastikan anak-anak berada di rumah sebelum pukul 22.00 WIB.
Kapolres Bantul, Bayu Puji Hariyanto, menegaskan bahwa peran keluarga menjadi garda terdepan dalam mencegah anak-anak terlibat dalam berbagai bentuk kejahatan jalanan.
Menurutnya, kelengahan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak dapat berujung pada konsekuensi serius, baik membuat anak menjadi korban maupun pelaku tindak kriminal.
"Jangan sampai kelengahan orang tua menjadi bahaya bagi si anak, apalagi menjadi pelaku dari sebuah kejahatan. Intinya jangan sampai anak-anak kita menjadi korban atau bahkan pelaku kejahatan jalanan," ujar Bayu kepada wartawan, Rabu (20/5/2026).
Ia menjelaskan, berbagai ancaman nyata mengintai remaja yang berkeliaran pada malam hari tanpa pengawasan yang jelas. Mulai dari aksi tawuran, balap liar, menjadi korban kejahatan jalanan atau klitih, hingga potensi terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Karena itu, Bayu mengajak para orang tua untuk menempatkan keselamatan anak sebagai prioritas utama dengan membangun komunikasi yang baik serta pengawasan yang tegas namun tetap penuh perhatian di lingkungan keluarga.
"Anak harus selalu diawasi, didampingi, dan dilindungi. Kami mengusung slogan Keluarga Nyaman, Bantul Aman," tuturnya.
Dalam gerakan tersebut, Polres Bantul juga mengeluarkan tiga poin imbauan penting bagi para orang tua:
• Memastikan anak sudah pulang ke rumah sebelum pukul 22.00 WIB.
• Mengetahui dengan pasti keberadaan anak setiap saat.
• Mengawasi aktivitas anak dengan perhatian dan pendampingan yang baik.
Masuk Sekolah, Cegah Geng Pelajar
Tidak hanya menyasar lingkungan keluarga, langkah pencegahan juga dilakukan melalui pendekatan ke sekolah-sekolah di wilayah Bantul.
Jajaran Polres Bantul secara rutin turun langsung memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada pelajar. Bahkan, anggota kepolisian turut menjadi pembina upacara di sejumlah sekolah setiap hari Senin untuk memberikan edukasi mengenai bahaya kejahatan jalanan dan dampak hukumnya.
"Kami masuk ke sekolah-sekolah, termasuk menjadi pembina upacara, untuk memberikan pemahaman kepada para siswa agar tidak ikut terlibat dalam geng sekolah yang mengarah pada kegiatan negatif," tegas Bayu.
Patroli Malam Diperketat
Selain langkah pencegahan melalui keluarga dan sekolah, Polres Bantul juga meningkatkan pengamanan di lapangan dengan menggelar patroli skala besar pada malam hari.
Patroli tersebut difokuskan pada lokasi-lokasi yang sering dijadikan tempat berkumpul remaja serta titik-titik rawan berdasarkan pemetaan kepolisian.
"Kami juga akan menggelar patroli skala besar pada malam hari untuk mencegah kejahatan jalanan. Khusus akhir pekan, jumlah personel patroli akan kami tambah," jelasnya.
Bayu menegaskan bahwa kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melakukan tindakan kriminal dan mengganggu keamanan masyarakat.
"Kami akan menindak tegas orang atau kelompok yang melakukan kejahatan jalanan dan membuat Bantul tidak aman. Tidak ada toleransi bagi pelaku yang meresahkan warga," pungkasnya. (W)

0 Comments