JAKARTA – Sebanyak 101 kandidat pelaut mengikuti rangkaian seleksi tertulis yang meliputi tes kemampuan Bahasa Inggris (TOEIC), psikotes, serta Tes Potensi Akademik (TPA) umum dan teknis dalam program Beasiswa Calon Pelaut PT Pertamina Patra Niaga.
Seleksi yang berlangsung pada 9–11 Juni 2026 tersebut digelar serentak di lima kota, yakni Jakarta, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar. Para peserta berasal dari berbagai institusi pendidikan vokasi dan maritim ternama di Indonesia, di antaranya Politeknik Negeri Semarang, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya, serta Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.
Direktur Armada Logistik PT Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, menegaskan bahwa proses seleksi yang diterapkan merupakan refleksi dari standar profesional yang diberlakukan dalam operasional armada kapal energi nasional.
“Menjadi pelaut di armada Pertamina bukan sekadar soal kemampuan teknis berlayar. Para pelaut akan menghadapi tantangan nyata di lautan yang membutuhkan pengambilan keputusan secara cepat di bawah tekanan tinggi, serta beroperasi di jalur pelayaran internasional yang menuntut koordinasi lintas negara. Karena itu, rangkaian seleksi yang kami rancang bukan sekadar formalitas, melainkan cerminan dari standar profesional pelaut yang sesungguhnya,” ujar Arif, Senin (15/6/2026).
Salah satu tahapan penting dalam seleksi tersebut adalah tes kemampuan Bahasa Inggris menggunakan standar TOEIC (Test of English for International Communication), yang mencakup aspek Listening untuk mengukur kemampuan memahami percakapan dalam konteks pekerjaan, serta Reading yang menguji pemahaman peserta terhadap teks bisnis dan dokumen teknis berbahasa Inggris.
Selain itu, peserta juga menjalani psikotes untuk mengukur tiga dimensi utama, yakni kemampuan kognitif, sikap kerja, dan kepribadian.
Tahapan berikutnya adalah Tes Potensi Akademik (TPA) yang terbagi menjadi dua kategori, yaitu TPA General dan TPA Teknis. TPA General mengukur kemampuan dasar kognitif peserta yang meliputi penalaran umum, literasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, serta kemampuan penalaran matematika.
Sementara itu, TPA Teknis dirancang secara khusus untuk mengukur penguasaan peserta terhadap bidang kelautan dan perkapalan.
President Director Pertamina Foundation, Agus Mashud S. Asngari, menjelaskan bahwa program ini merupakan kelanjutan dari Beasiswa Crewing Talent Scouting yang pada tahun 2025 berhasil melahirkan 20 pelaut muda berbakat.
“Pada tahun ini, program diperluas dengan target menjaring 23 talenta terbaik dari tujuh perguruan tinggi mitra di seluruh Indonesia. Kami memastikan seluruh tahapan program berjalan secara terstruktur dan transparan, mulai dari proses seleksi hingga pembinaan peserta, sehingga Pertamina memperoleh talenta pelaut terbaik yang siap berkontribusi bagi industri maritim nasional,” ujarnya.
Proses seleksi akan berlangsung hingga akhir Juni 2026. Pengumuman penerima beasiswa dijadwalkan pada 30 Juni, sedangkan inaugurasi peserta terpilih akan dilaksanakan pada 3 Juli 2026.
Informasi lebih lanjut mengenai program tersebut dapat diakses melalui laman resmi dan media sosial Pertamina Patra Niaga maupun Pertamina Foundation.
Melalui program ini, Pertamina Patra Niaga kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak dan memperkuat talenta pelaut nasional guna menjaga keandalan distribusi energi domestik secara aman, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung penguatan sektor maritim Indonesia di masa depan. (W)

0 Comments