Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Dari Waeheru untuk Generasi Sehat, Bakso Gepe Jadi Wajah Baru Pangan Lokal Maluku

AMBON – Upaya mengangkat pangan lokal Maluku ke level yang lebih modern dan bernilai ekonomi terus dilakukan oleh akademisi Universitas Pattimura. Setelah memberikan pelatihan kepada kelompok ibu-ibu pembuat gepe di Desa Waeheru, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian (SOSEK) Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) memperkenalkan inovasi bakso berbahan tepung gepe kepada anak-anak PAUD dan TK sebagai pencicip pertama produk tersebut.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Waeheru pada Sabtu, 23 Mei 2026 itu menjadi bagian dari edukasi pangan lokal sejak usia dini sekaligus mendorong diversifikasi konsumsi pangan berbasis sumber daya daerah.

Puluhan anak tampak antusias saat menikmati bakso yang dibuat dari campuran tepung gepe dengan berbagai sumber protein, mulai dari daging ayam, daging sapi hingga ikan. Suasana penuh keceriaan mewarnai kegiatan tersebut, sementara sebagian besar anak menunjukkan respons positif terhadap rasa dan tekstur bakso yang disajikan.

Tekstur bakso yang kenyal dan cita rasa gurih membuat produk inovatif tersebut mudah diterima oleh anak-anak. Hasil ini menjadi indikator penting bahwa pangan lokal dapat diolah menjadi produk modern yang tidak kalah menarik dibandingkan makanan berbahan baku impor.

Tim PKM menjelaskan, pemanfaatan tepung gepe sebagai substitusi tepung terigu merupakan salah satu langkah strategis dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas lokal Maluku. Selain mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku dari luar daerah, inovasi ini juga membuka peluang lahirnya produk pangan sehat yang memiliki prospek pasar menjanjikan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin memperkenalkan kepada anak-anak bahwa pangan lokal juga dapat diolah menjadi makanan yang enak, menarik, dan bergizi. Ini penting untuk menumbuhkan kecintaan terhadap produk pangan daerah sejak usia dini,” ujar tim pelaksana.

Menurut tim PKM, bakso berbahan tepung gepe memiliki keunggulan pada teksturnya yang lebih elastis dan kenyal. Dipadukan dengan kandungan protein dari ikan, ayam maupun sapi, produk tersebut mampu menjadi alternatif pangan bergizi yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Tidak hanya berorientasi pada edukasi gizi, kegiatan ini juga diarahkan untuk membuka peluang usaha baru bagi kelompok ibu-ibu pembuat gepe di Waeheru. Produk bakso berbasis tepung gepe dinilai memiliki potensi ekonomi yang besar karena dapat diterima oleh berbagai kalangan, terutama anak-anak yang menjadi salah satu segmen pasar potensial.

Melalui inovasi tersebut, Tim PKM Fakultas Pertanian Unpatti berharap tepung gepe tidak lagi sekadar dikenal sebagai bahan pangan tradisional, tetapi mampu berkembang menjadi bahan baku aneka produk modern yang memiliki daya saing tinggi. Dengan demikian, pangan lokal Maluku tidak hanya memberikan manfaat gizi bagi generasi muda, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha berbasis potensi daerah. (JP) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments