Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Dorong Komersialisasi Produk Warga Binaan, Lapas Namlea Perkuat Sinergi dengan Disperindag Buru

Namlea – Upaya mendorong kemandirian dan pemberdayaan warga binaan terus dilakukan oleh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperkuat koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Buru guna memperluas pemasaran dan pengembangan produk hasil karya warga binaan.

Dalam kunjungan yang berlangsung pada Rabu (3/6), Kepala Lapas Kelas III Namlea, Muhammad M. Marasabessy, bersama jajaran disambut oleh Sekretaris Disperindag Kabupaten Buru, Salahudin, di kantor Disperindag Kabupaten Buru.

Kalapas Namlea menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun sinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung keberlanjutan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan, khususnya melalui pengembangan produk unggulan yang memiliki nilai ekonomis dan daya saing di pasaran.

“Tujuan kedatangan kami adalah menjalin koordinasi terkait rencana pengembangan hasil karya warga binaan Lapas Namlea, terutama dalam aspek pemasaran dan distribusi produk kepada masyarakat,” ujar Marasabessy.

Menurutnya, saat ini Lapas Namlea telah berhasil mengembangkan produksi minyak kayu putih dengan merek Maju 86 (Minyak Andalan Jadi Unggulan Lapas Namlea), yang menjadi salah satu produk unggulan hasil pembinaan kemandirian warga binaan. Selain itu, terdapat pula berbagai produk kerajinan tangan yang memiliki potensi untuk dipasarkan secara lebih luas.

Untuk mendukung pengembangan usaha tersebut, pihak Lapas berharap adanya kolaborasi dengan Disperindag, baik dalam hal pendampingan pemasaran maupun dukungan pemerintah daerah terkait penyediaan lahan tanaman kayu putih sebagai sumber bahan baku produksi.

“Kami berharap produk-produk hasil karya warga binaan dapat semakin dikenal masyarakat dan mampu bersaing dengan produk UMKM lainnya. Dukungan pemerintah daerah, khususnya terkait penyediaan lahan kayu putih, tentu akan sangat membantu peningkatan kapasitas produksi yang berkelanjutan,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Disperindag Kabupaten Buru menyatakan komitmennya untuk mendukung program pembinaan yang dijalankan oleh Lapas Namlea. Sekretaris Disperindag, Salahudin, menyampaikan apresiasinya terhadap langkah inovatif yang dilakukan Lapas dalam memberdayakan warga binaan melalui kegiatan produktif.

“Pada prinsipnya kami mendukung program pembinaan yang dilaksanakan Lapas Namlea, terutama di bidang industri minyak kayu putih. Ke depan, kami akan melakukan sosialisasi dan pendampingan terkait perizinan usaha, izin edar produk, strategi pemasaran, hingga pengelolaan usaha agar kegiatan industri yang dikembangkan dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi momentum penting dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi mereka setelah kembali ke tengah masyarakat. Sinergi antara Lapas Namlea dan Disperindag Kabupaten Buru juga menjadi wujud nyata dukungan terhadap program pemberdayaan yang sejalan dengan 15 Program Akselerasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam menciptakan warga binaan yang produktif, mandiri, dan siap berkontribusi bagi pembangunan daerah. (LO) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments