JAKARTA – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, resmi melantik Marceau Armstrong Filex Haurissa, S.T., M.Eng. sebagai Direktur Politeknik Negeri Ambon (Polnam) masa jabatan 2026–2030. Pelantikan berlangsung di Jakarta, Senin (8/6/2026), bersamaan dengan pelantikan Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan sejumlah pejabat strategis di lingkungan Badan Industri Mineral (BIM).
Pelantikan tersebut menjadi tonggak baru bagi Politeknik Negeri Ambon dalam melanjutkan transformasi pendidikan vokasi di kawasan Maluku dan Indonesia Timur. Prosesi pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 142/M/Kep/2026.
Selain Marceau Haurissa, Menteri Brian Yuliarto juga melantik Doni Purnomo Janwardi Evian Donoeste sebagai Kepala BSN, Irwanda Wisnu Wardana sebagai Kepala Sekretariat Badan Industri Mineral, serta Yenita Dewi sebagai Kepala Biro Organisasi, SDM dan Hukum BIM.
Suasana pelantikan berlangsung khidmat dan penuh makna. Setelah prosesi pengambilan sumpah jabatan, acara dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara serah terima jabatan serta penyerahan memorandum akhir masa jabatan dari Direktur Politeknik Negeri Ambon periode 2018–2026, Dady Mairuhu, kepada Marceau Haurissa. Momen tersebut kemudian ditandai dengan penyematan tanda jabatan oleh Mendiktisaintek sebagai simbol resmi peralihan kepemimpinan di Polnam.Amanah untuk Menghadirkan Dampak Nyata
Dalam sambutannya, Menteri Brian Yuliarto menegaskan bahwa jabatan yang diberikan kepada para pejabat yang dilantik bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar yang harus diwujudkan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada bangsa.
"Pelantikan ini adalah sebuah peneguhan amanah. Amanah untuk memimpin, menggerakkan perubahan, membangun kepercayaan, dan menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. Jabatan pada hakikatnya adalah tanggung jawab yang harus ditunaikan, bukan tentang posisi yang dicapai, melainkan tentang dampak yang mampu dihadirkan," tegas Menteri Brian.
Menurutnya, Indonesia saat ini tengah berada pada era perubahan yang berlangsung sangat cepat. Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), transformasi digital, pengembangan teknologi material, energi baru, bioteknologi hingga dinamika geopolitik global sedang membentuk tatanan dunia yang baru.
Dalam kondisi tersebut, kata Brian, keunggulan suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia, kemampuan menghasilkan ilmu pengetahuan, inovasi, serta kemampuan membangun kolaborasi yang produktif."Karena itu saya berharap para pejabat yang dilantik hari ini menjadi pemimpin yang tidak hanya mampu menjaga tata kelola organisasi dengan baik, tetapi juga mampu menciptakan terobosan, membangun kolaborasi, mengembangkan talenta, dan menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Polnam Diharapkan Jadi Motor Pembangunan SDM Maluku
Secara khusus, Menteri Brian memberikan perhatian besar terhadap peran Politeknik Negeri Ambon dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia di wilayah kepulauan Maluku.
Menurutnya, Polnam memiliki posisi strategis sebagai institusi pendidikan vokasi yang berperan menyiapkan tenaga kerja terampil dan inovatif sesuai kebutuhan pembangunan daerah.
"Politeknik memiliki posisi yang sangat penting dalam menyiapkan talenta yang siap berkarya dan siap menjawab kebutuhan pembangunan. Terlebih bagi kawasan Maluku yang memiliki potensi besar di bidang kemaritiman, perikanan, pariwisata, energi, dan ekonomi berbasis sumber daya lokal," katanya.
Ia berharap kepemimpinan baru Polnam mampu memperkuat kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri sehingga proses pendidikan benar-benar selaras dengan kebutuhan lapangan kerja.
"Kita ingin lulusan politeknik tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan kerja, membangun inovasi lokal, dan menjadi penggerak kemajuan daerah," tambahnya.
Menteri Brian juga menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, pemerintah daerah, dan masyarakat guna menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan zaman.
Apresiasi untuk Dady Mairuhu
Pada kesempatan yang sama, Mendiktisaintek menyampaikan penghargaan kepada Direktur Polnam periode sebelumnya, Dady Mairuhu, atas dedikasi dan pengabdiannya selama dua periode kepemimpinan.
Menurut Brian, berbagai capaian yang diraih Polnam selama delapan tahun terakhir menjadi fondasi penting bagi pengembangan pendidikan vokasi di Maluku dan kawasan Indonesia Timur.
"Kontribusi yang telah diberikan menjadi fondasi penting bagi kemajuan institusi dan pengembangan pendidikan vokasi di kawasan Indonesia Timur," ujarnya.
Menang Telak dalam Pemilihan Senat
Sebelum dilantik, Marceau Haurissa terlebih dahulu terpilih sebagai Direktur Politeknik Negeri Ambon masa jabatan 2026–2030 melalui Rapat Tertutup Senat Akademik Polnam.
Dalam pemilihan tersebut, Haurissa berhasil meraih dukungan mayoritas anggota senat dengan memperoleh 32 suara dari total 48 suara yang sah.
Sementara dua kandidat lainnya, yakni Dr. Pieter Lourens Frans, S.T., M.T. memperoleh 10 suara dan Dr. Noce Novi Tetelepta, S.T., M.T. meraih 6 suara.
Berdasarkan hasil tersebut, Senat Akademik Polnam menetapkan Marceau Haurissa sebagai Direktur Terpilih Politeknik Negeri Ambon periode 2026–2030.
Siap Rangkul Semua Pihak
Usai ditetapkan sebagai direktur terpilih, Marceau Haurissa menegaskan komitmennya untuk mengemban amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab.
Ia menyadari bahwa tantangan pendidikan vokasi ke depan semakin kompleks sehingga membutuhkan kerja sama seluruh sivitas akademika dan para pemangku kepentingan.
"Ini adalah amanah dan saya akan menjalankan tugas serta tanggung jawab ini dengan sebaik-baiknya. Yang menjadi catatan bagi saya, membangun Politeknik Negeri Ambon tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu saya membutuhkan dukungan semua pihak untuk memajukan institusi Polnam ini," ujar Haurissa.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada kedua kandidat lainnya yang telah bersama-sama mengikuti proses pemilihan secara demokratis dan penuh semangat kekeluargaan.
Menurutnya, perbedaan pilihan dalam kontestasi merupakan hal yang wajar, namun setelah proses selesai seluruh keluarga besar Polnam harus bersatu untuk membangun institusi yang lebih maju.
Dukungan serupa juga disampaikan oleh Pieter Lourens Frans dan Noce Novi Tetelepta yang menyatakan siap mendukung kepemimpinan Haurissa demi kemajuan Polnam pada masa mendatang.
Jaga Persatuan dan Hadapi Tantangan Masa Depan
Sementara itu, Dady Mairuhu mengingatkan seluruh sivitas akademika bahwa momentum pergantian kepemimpinan merupakan langkah penting dalam menentukan arah Polnam menghadapi tantangan empat tahun ke depan.
Menurutnya, dunia pendidikan vokasi saat ini berkembang sangat cepat. Persaingan antarperguruan tinggi semakin ketat, sementara kebutuhan dunia kerja terus mengalami perubahan.
"Dunia pendidikan vokasi terus berubah cepat. Persaingan semakin ketat, tuntutan dunia kerja semakin tinggi, dan masyarakat menaruh harapan besar kepada kampus ini sebagai pusat pengembangan sumber daya manusia di Maluku dan kawasan timur Indonesia," kata Mairuhu.
Ia menegaskan bahwa seluruh kandidat yang maju dalam pemilihan merupakan insan terbaik Polnam yang memiliki kapasitas, pengalaman, dan komitmen untuk memajukan institusi.
Karena itu, ia mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap menjaga persatuan dan semangat kekeluargaan setelah berakhirnya proses pemilihan.
"Saya mengajak seluruh sivitas akademika untuk tetap menjaga suasana kampus yang damai, bermartabat, dan penuh persaudaraan. Jangan biarkan proses pemilihan ini menimbulkan sekat-sekat di antara kita. Setelah proses ini selesai, kita semua tetap satu keluarga besar Polnam," tegasnya.
Dengan resmi dilantiknya Marceau Armstrong Filex Haurissa sebagai Direktur Politeknik Negeri Ambon periode 2026–2030, diharapkan Polnam mampu memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan vokasi unggulan di Indonesia Timur, menghasilkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global sekaligus mendukung percepatan pembangunan Maluku menuju masa depan yang lebih maju dan berdaya saing. (KT/03)



0 Comments