NAMROLE – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Buru Selatan terus memperkuat konsolidasi organisasi hingga ke akar rumput melalui pelaksanaan Pendidikan Kader dan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) bagi Kecamatan Namrole dan Kecamatan Waesama.
Kegiatan yang berlangsung di Penginapan Denis, Desa Kamlanglale, Kecamatan Namrole, Senin (15/6/2026), tidak hanya menjadi forum pergantian kepemimpinan di tingkat kecamatan, tetapi juga menjadi momentum penting dalam memperkuat ideologi, militansi, dan kapasitas kader sebagai ujung tombak perjuangan partai di tengah masyarakat.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bendahara DPD PDI Perjuangan Provinsi Maluku yang juga Ketua Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN), Abdul Amin Buton, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buru Selatan Johan Lesnussa bersama jajaran pengurus DPC, Ketua DPRD Kabupaten Buru Selatan Ahmad Umasangaji, pengurus PAC Kecamatan Namrole dan Waesama, pengurus ranting dan anak ranting, serta sejumlah kader dan simpatisan partai.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Abdul Amin Buton yang dalam arahannya menegaskan bahwa pendidikan kader merupakan bagian penting dari upaya memperkuat fondasi organisasi serta menyiapkan kader-kader yang memiliki loyalitas, disiplin, dan pemahaman ideologi partai yang kuat.Menurutnya, pelaksanaan Musancab mengacu pada Peraturan Partai Nomor 1 Tahun 2026 dan seluruh proses berjalan secara demokratis, transparan, serta menjunjung tinggi mekanisme organisasi tanpa adanya intervensi dari pihak manapun.
"Organisasi bukan sekadar kumpulan orang, melainkan wadah untuk bekerja sama dalam mencapai tujuan bersama. Karena itu, apabila terjadi perbedaan pendapat, harus diselesaikan dengan menjunjung tinggi rasa persaudaraan dan tidak saling menjatuhkan," ujar Abdul Amin Buton.
Ia menekankan bahwa kekuatan utama PDI Perjuangan berada pada struktur partai paling bawah, yakni ranting dan anak ranting yang selama ini menjadi garda terdepan dalam membangun komunikasi politik dengan masyarakat.
Menurutnya, pesan Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, selalu menekankan pentingnya kader untuk terus hadir di tengah rakyat dan memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.
"Pesan Ibu Megawati Soekarnoputri sangat jelas, yaitu turun ke bawah. Kekuatan dan kemenangan partai sangat ditentukan oleh kerja-kerja kader di tingkat ranting dan anak ranting," katanya.
Abdul Amin berharap siapa pun yang terpilih memimpin Pengurus Anak Cabang (PAC) dapat diterima oleh seluruh kader dan mampu menjadi figur pemersatu yang bekerja untuk membesarkan partai secara kolektif.
Puncak Musancab ditandai dengan penetapan kepemimpinan baru pada dua kecamatan. Melalui mekanisme musyawarah yang berlangsung penuh semangat kekeluargaan, peserta menetapkan Taufik Hidayat Tuanaya sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Namrole dan Aher Buton sebagai Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Waesama untuk masa bakti 2025–2030.
Penetapan tersebut mengacu pada Surat Keputusan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Maluku Nomor 23/KPTS/PAC/DPD.16/V/2026 dan Nomor 24/KPTS/PAC/DPD.16/V/2026 tentang pengesahan dan penetapan Ketua serta dua calon personalia Pengurus Anak Cabang PDI Perjuangan Kecamatan Waesama, serta keputusan DPD terkait kepengurusan PAC Kecamatan Namrole.
Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buru Selatan, Johan Lesnussa, berharap melalui pendidikan kader dan Musancab ini, seluruh kader semakin memahami tugas dan tanggung jawab organisasi, sekaligus mampu menjaga soliditas partai dalam menghadapi berbagai agenda politik ke depan.
Menurutnya, pendidikan kader merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting untuk melahirkan pemimpin-pemimpin partai yang memiliki integritas, kemampuan organisasi, dan komitmen terhadap perjuangan rakyat.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru di Kecamatan Namrole dan Waesama, DPC PDI Perjuangan Kabupaten Buru Selatan optimistis roda organisasi akan semakin dinamis, solid, dan mampu menjalankan fungsi pendidikan politik, pemberdayaan masyarakat, serta memperjuangkan aspirasi rakyat secara berkelanjutan.
Musancab ini menjadi bukti bahwa PDI Perjuangan Buru Selatan terus melakukan pembenahan dan penguatan organisasi secara berjenjang, sehingga semangat gotong royong, disiplin kader, dan loyalitas terhadap perjuangan partai tetap terjaga hingga ke tingkat akar rumput.
Naskah ini sudah diarahkan lebih kuat pada tema pendidikan kader, konsolidasi organisasi, dan lahirnya kepemimpinan baru PAC Namrole dan Waesama, sehingga terasa lebih bernilai sebagai berita politik dan organisasi partai. (KT/03)


0 Comments