Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Pertamina Patra Niaga Dorong Ekonomi Sirkular Lewat Inovasi Pengelolaan Sampah dan Limbah Berkelanjutan

JAKARTA – Di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah dan limbah di Indonesia, PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui berbagai program berbasis ekonomi sirkular. Beragam inovasi yang dikembangkan perusahaan berhasil mengubah sampah dan limbah menjadi sumber daya bernilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, mengatakan bahwa penerapan ekonomi sirkular merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menciptakan dampak positif yang berkelanjutan melalui pengelolaan sumber daya yang lebih efektif dan bertanggung jawab.

“Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi yang mampu menjawab tantangan lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, kami mendorong pengelolaan sampah dan limbah yang tidak hanya berfokus pada pengurangan timbulan, tetapi juga menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan,” ujar Roberth, Minggu (7/6/2026).

Salah satu program unggulan tersebut diwujudkan melalui Program Community Involvement and Development (CID) Pelita (Pengelolaan Lingkungan Terpadu) Borneo yang dijalankan oleh Pertamina Patra Niaga di wilayah Kilang Balikpapan.

Melalui program ini, sampah plastik rumah tangga seperti kemasan sachet dan bungkus makanan diolah menjadi berbagai produk bernilai guna, antara lain roster, paving block, dan lembaran LDPE (LDPE Sheet), tanpa melalui proses pembakaran. Pendekatan tersebut menjadi solusi ramah lingkungan dalam mengurangi akumulasi sampah plastik yang selama ini menjadi persoalan serius di berbagai daerah.

Tidak hanya itu, program CID Pelita Borneo juga mengembangkan pengolahan sampah organik menjadi kompos, serta memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi seperti sabun padat, sabun cair, dan lilin. Inisiatif ini membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah rumah tangga.

Sementara itu di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga melalui Fuel Terminal Madiun mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pengembangan Bank Sampah Pesanggrahan dan aplikasi digital Sokrosok.

Pemanfaatan teknologi digital tersebut mempermudah masyarakat dalam melakukan pengumpulan dan penjemputan sampah anorganik, sekaligus meningkatkan transparansi administrasi bank sampah melalui sistem pencatatan yang lebih modern dan akuntabel.

Sampah anorganik yang berhasil dikumpulkan selanjutnya diolah kembali melalui Workshop 3R (Reduce, Reuse, Recycle) menjadi berbagai produk kreatif dan bernilai ekonomi, seperti plakat, kipas, meja, gantungan kunci, hingga sapu plastik.

Program Kampung Iklim (Proklim) Pesanggrahan pun menunjukkan dampak yang signifikan. Hingga saat ini, program tersebut berhasil mengurangi sampah organik sebanyak 16.000 kilogram dan sampah anorganik sebesar 1.380 kilogram. Selain itu, program ini mampu menekan emisi gas metana hingga 2.013 kilogram per tahun serta meningkatkan penyerapan karbon mencapai 13.000 kilogram per tahun.

Manfaat ekonomi yang dihasilkan juga cukup besar. Kelompok masyarakat yang terlibat berhasil mencatat peningkatan pendapatan kumulatif sebesar Rp14,6 juta. Di sisi lain, pemanfaatan energi surya turut menghasilkan penghematan biaya listrik sekitar Rp700 ribu setiap bulan.

Program ini melibatkan sedikitnya 40 anggota aktif dan memberikan manfaat tidak langsung kepada lebih dari 3.000 warga yang tinggal di sekitar wilayah Pesanggrahan.

Kurnia Fidia Wati, salah satu penggerak Proklim Pesanggrahan, menyampaikan bahwa keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi yang kuat antara masyarakat dan Pertamina Patra Niaga dalam membangun budaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

“Bersama Pertamina Patra Niaga, kami membuktikan bahwa pengelolaan sampah dapat menjadi gerakan kolektif yang membawa manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat. Perubahan besar selalu berawal dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan gotong royong,” ungkap Kurnia.

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pertamina Patra Niaga terus memperkuat kontribusinya dalam mengurangi timbulan sampah, mendorong pengelolaan limbah yang bertanggung jawab, serta mengembangkan ekonomi sirkular di berbagai wilayah operasional perusahaan.

Komitmen ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pertamina Patra Niaga dalam menciptakan nilai bersama bagi masyarakat, sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan dan pelestarian lingkungan hidup di Indonesia. (W) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments