YOGYAKARTA – Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengajak seluruh insan pers untuk turut menjaga kenyamanan, ketenteraman, dan citra positif Yogyakarta melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, serta bertanggung jawab.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Ihsan, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Jaga Jogja Sesarengan, yang berlangsung di Yogyakarta, Selasa (9/6/2026).
Dalam sambutannya, Ihsan menyoroti pesatnya perkembangan media sosial yang kini menjadi salah satu sumber utama masyarakat dalam memperoleh informasi. Menurutnya, kecepatan penyebaran informasi di media sosial sering kali tidak diimbangi dengan akurasi dan verifikasi yang memadai, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Perkembangan media sosial saat ini sangat luar biasa. Informasi dapat tersebar begitu cepat, namun tidak semuanya akurat. Karena itu, media massa memiliki peran penting sebagai penyeimbang dengan menyajikan informasi yang benar, berdasarkan fakta, dan melalui proses verifikasi yang jelas," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan kondusif bagi masyarakat.
"Media harus turut serta menciptakan pemberitaan yang menenangkan dan memberikan rasa aman bagi masyarakat. Mari kita jaga Jogja sesarengan, mari kita jaga Yogyakarta bersama-sama," katanya.
Lebih lanjut, Ihsan mengingatkan bahwa Yogyakarta selama ini dikenal sebagai kota pelajar, kota budaya, dan destinasi wisata unggulan di Indonesia. Oleh karena itu, pemberitaan yang bersifat sensasional dan tidak proporsional dapat berdampak pada persepsi masyarakat luas terhadap daerah tersebut.
Menurutnya, para orang tua dari berbagai daerah di Indonesia yang mempercayakan pendidikan anak-anaknya di Yogyakarta dapat merasa khawatir apabila terus-menerus menerima informasi yang bernuansa negatif tanpa konteks yang utuh.
"Jika pemberitaan yang muncul terlalu bombastis, orang tua yang menyekolahkan anak-anaknya di Yogyakarta bisa merasa cemas. Begitu juga dengan wisatawan yang berencana datang ke Yogyakarta, mereka bisa saja membatalkan kunjungannya hanya karena terpengaruh informasi yang tidak menggambarkan kondisi sebenarnya," jelasnya.
Sementara itu, pada kesempatan yang sama, pakar digital branding Ipan Pranashakti Khudi Iswara Pragolapati menekankan pentingnya transformasi media daerah dalam menghadapi perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.
Menurutnya, media lokal memiliki peluang besar untuk meningkatkan daya saing hingga ke tingkat nasional dengan memanfaatkan berbagai strategi digital modern, termasuk Search Engine Optimization (SEO), Generative Engine Optimization (GEO), dan pemanfaatan Artificial Intelligence (AI).
Ia menjelaskan bahwa penerapan teknologi tersebut dapat membantu media daerah memperluas jangkauan pembaca, meningkatkan visibilitas konten di mesin pencari, serta memperkuat posisi media lokal dalam ekosistem informasi digital nasional.
"Dengan memanfaatkan SEO, GEO, dan AI, media lokal memiliki peluang untuk berkembang menjadi media yang memiliki daya saing nasional secara lebih mandiri dan efisien. Selain meningkatkan keterbacaan media online daerah di tingkat nasional, langkah ini juga dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan dan stabilitas Yogyakarta," ungkapnya.
Kegiatan "Jaga Jogja Sesarengan" menjadi wadah kolaborasi antara aparat, insan pers, dan para pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem informasi yang sehat. Melalui sinergi tersebut, diharapkan media dapat terus menjalankan fungsi kontrol sosial sekaligus menjadi mitra strategis dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan citra positif Yogyakarta sebagai kota pendidikan, budaya, dan pariwisata yang ramah bagi semua kalangan. (W)

0 Comments