Namrole – Bupati Buru Selatan, La Hamidi, secara resmi membuka Konferensi Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Buru Selatan ke-XXIII Periode 2025–2029 yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Namrole, Jumat (17/7/2026). Forum organisasi guru terbesar di Kabupaten Buru Selatan itu menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kepengurusan lima tahun terakhir sekaligus merumuskan arah perjuangan PGRI dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kesejahteraan guru.
Mengusung tema "Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas", konferensi yang berlangsung selama dua hari, 17–18 Juli 2026, diikuti ratusan peserta dari seluruh kecamatan di Kabupaten Buru Selatan.
Hadir dalam pembukaan konferensi tersebut Wakil Bupati Buru Selatan Gerson Eliaser Selsily, Ketua PGRI Provinsi Maluku Nizam Idary Toekan beserta jajaran, Sekretaris Daerah, para asisten dan staf ahli bupati, Kepala Dinas Pendidikan, kepala sekolah se-Kabupaten Buru Selatan, pengurus PGRI tingkat kabupaten, cabang dan ranting, serta para guru.
Pembukaan konferensi ditandai dengan pemukulan tifa oleh Bupati La Hamidi yang didampingi Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily dan Ketua PGRI Provinsi Maluku. Prosesi tersebut menjadi simbol dimulainya konferensi sekaligus menggambarkan semangat kebersamaan dalam membangun dunia pendidikan di Kabupaten Buru Selatan.
PGRI Diminta Terus Kawal Hak dan Kesejahteraan Guru
Dalam sambutannya, Ketua PGRI Provinsi Maluku, Nizam Idary Toekan, menegaskan bahwa konferensi merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten yang memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan organisasi selama lima tahun ke depan.
Menurutnya, PGRI harus terus hadir sebagai rumah perjuangan bagi seluruh guru, terutama dalam mengawal perlindungan hukum, peningkatan kesejahteraan, hingga memperjuangkan hak-hak tenaga pendidik sesuai ketentuan perundang-undangan."PGRI akan terus hadir mengawal kepentingan guru. Organisasi ini harus menjadi rumah perjuangan bagi seluruh guru agar hak-haknya terlindungi dan profesinya semakin bermartabat," tegas Nizam.
Ia juga mengajak seluruh insan pendidikan memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dalam memajukan sektor pendidikan.
Menariknya, Nizam turut mendorong seluruh satuan pendidikan agar mengutamakan belanja kebutuhan sekolah di Kabupaten Buru Selatan sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
"Kalau kebutuhan ATK maupun perlengkapan sekolah dibelanjakan di Namrole, maka uang akan berputar di daerah sendiri. Pengusaha lokal akan tumbuh, PAD meningkat, dan pada akhirnya manfaatnya juga kembali kepada masyarakat, termasuk dunia pendidikan," ujarnya.
Menurutnya, kemajuan pendidikan dan pertumbuhan ekonomi daerah merupakan dua hal yang saling berkaitan sehingga membutuhkan kolaborasi semua pihak.
La Hamidi: Saya Tahu Beratnya Menjadi Guru di Daerah
Sementara itu, Bupati Buru Selatan La Hamidi mengaku memiliki ikatan emosional yang kuat dengan dunia pendidikan karena dirinya pernah berprofesi sebagai guru.
Dalam sambutannya, ia mengenang masa-masa awal pengabdiannya ketika fasilitas pendidikan di Buru Selatan masih sangat terbatas. Saat itu, banyak guru harus mengajar di daerah terpencil dengan kondisi yang jauh dari memadai demi memastikan anak-anak tetap memperoleh pendidikan."Saya pernah merasakan bagaimana perjuangan menjadi guru di daerah. Banyak guru yang mengajar dengan segala keterbatasan, bahkan harus tinggal bertahun-tahun di desa-desa demi memastikan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan," kenangnya.
Pengalaman tersebut, kata La Hamidi, membuat dirinya memahami betul tantangan yang masih dihadapi para guru hingga saat ini.
Karena itu, ia berharap Konferensi PGRI tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan berbagai gagasan inovatif yang mampu memperkuat kualitas pendidikan di Kabupaten Buru Selatan.
Transformasi Guru Kunci Indonesia Emas
Menurut La Hamidi, tema "Transformasi PGRI Menuju Indonesia Emas" sangat relevan dengan visi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Ia menilai transformasi organisasi harus diikuti peningkatan kompetensi guru agar mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi, perubahan kurikulum, hingga kebutuhan dunia kerja di masa depan.
"PGRI harus menjadi organisasi yang modern, adaptif terhadap perkembangan teknologi, kuat dalam advokasi, serta mampu meningkatkan kompetensi guru melalui digitalisasi, pelatihan, dan pengembangan profesional berkelanjutan," katanya.
Pemerintah Kabupaten Buru Selatan, lanjut La Hamidi, berkomitmen terus bersinergi dengan PGRI melalui berbagai program peningkatan kapasitas guru, sertifikasi, hingga upaya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik, baik ASN maupun non-ASN.
Dalam kesempatan itu, La Hamidi juga mengingatkan bahwa tugas guru saat ini tidak lagi sebatas menyampaikan materi pelajaran di ruang kelas.Menurutnya, guru harus mampu menjadi agen perubahan yang membentuk karakter generasi muda agar siap menghadapi tantangan global.
"Pendidikan harus menyiapkan anak-anak menghadapi pekerjaan yang hari ini mungkin belum ada, mampu menyelesaikan persoalan yang belum muncul, serta menguasai teknologi yang bahkan belum ditemukan. Karena itu guru harus menjadi agen perubahan, pembimbing, inovator, sekaligus teladan dalam membangun karakter generasi muda," tegasnya.
Ia juga mengajak seluruh kepala sekolah menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun diskriminasi.
Selain itu, komunikasi yang harmonis antara kepala sekolah dan guru harus terus dibangun agar proses pembelajaran berlangsung secara optimal.
Perkuat Kolaborasi Bangun Pendidikan Buru Selatan
Mengakhiri sambutannya, Bupati mengajak seluruh jajaran PGRI untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dalam meningkatkan mutu pendidikan, menekan angka putus sekolah, serta mencetak sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.
"Dengan semangat kolaborasi antara PGRI dan Pemerintah Daerah, saya yakin pendidikan di Kabupaten Buru Selatan akan semakin maju. Mari bersama-sama kita wujudkan generasi emas Buru Selatan menuju Indonesia Emas 2045," pungkasnya.
Usai menyampaikan sambutan, Bupati La Hamidi secara resmi membuka Konferensi PGRI Kabupaten Buru Selatan ke-XXIII dengan mengucapkan basmalah, yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta konferensi. Momentum tersebut menjadi awal dari proses konsolidasi organisasi yang diharapkan mampu melahirkan kepengurusan dan program kerja yang semakin adaptif dalam menjawab tantangan pendidikan di Kabupaten Buru Selatan. (KT/05)




0 Comments