Kegiatan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Buru Selatan dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mempercepat penurunan angka stunting, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, serta memperkuat kewaspadaan terhadap potensi penyebaran HIV/AIDS di daerah.
Pertemuan dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Selatan Prof. Ali Awan, unsur TNI-Polri, staf ahli bupati, para asisten Setda, pimpinan organisasi perangkat daerah, Direktur RSUD Namrole, enam camat, serta seluruh kepala puskesmas di Kabupaten Buru Selatan.
Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliase Selsily, dalam arahannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya forum koordinasi tersebut. Menurutnya, kegiatan yang diinisiasi Dinas Kesehatan merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembangunan kesehatan secara menyeluruh.
Ia menegaskan bahwa persoalan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada Dinas Kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah dan masyarakat.
"Stunting adalah tanggung jawab kita bersama. Seluruh perangkat daerah harus bergerak dalam satu langkah untuk memastikan anak-anak Buru Selatan tumbuh sehat dan menjadi generasi yang berkualitas," tegasnya.
Selain percepatan penurunan stunting, Wakil Bupati juga meminta seluruh tenaga kesehatan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran HIV/AIDS yang mulai menjadi perhatian di Kabupaten Buru Selatan.
Ia menginstruksikan seluruh kepala puskesmas agar memperkuat deteksi dini, meningkatkan edukasi kepada masyarakat, serta mengoptimalkan langkah-langkah pencegahan, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.
"Kita harus lebih waspada. Deteksi dini harus diperkuat sehingga penyebaran HIV/AIDS dapat dicegah sejak awal. Jangan sampai kita terlambat mengambil langkah. Semua tenaga kesehatan harus hadir memberikan edukasi dan pelayanan terbaik kepada masyarakat," ujarnya.
Wakil Bupati juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap kawasan-kawasan yang berpotensi menjadi titik penyebaran penyakit menular, termasuk aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Gunung Botak dan lokasi hiburan malam yang memerlukan perhatian bersama.
Menurutnya, pembangunan kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.
"Mustahil kita menghasilkan generasi unggul apabila kesehatan ibu hamil, bayi, balita, dan remaja putri belum menjadi perhatian utama. Karena itu, Program KIA dan Gizi harus menjadi prioritas pembangunan daerah," katanya.
Ia menekankan agar forum koordinasi yang digagas Dinas Kesehatan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menghasilkan rencana aksi yang konkret, terukur, dan memiliki mekanisme monitoring serta evaluasi yang jelas.
Dalam arahannya, Wakil Bupati meminta seluruh pemangku kepentingan memprioritaskan penurunan angka kematian ibu melalui peningkatan pelayanan antenatal, deteksi dini kehamilan berisiko, penguatan sistem rujukan maternal dan neonatal, serta memastikan seluruh ibu melahirkan di fasilitas kesehatan yang memenuhi standar.
Upaya menekan angka kematian bayi juga harus dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan persalinan, pemberian imunisasi lengkap, ASI eksklusif, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga penanganan cepat terhadap bayi yang mengalami komplikasi.
Sementara itu, percepatan penurunan stunting diminta dimulai sejak masa pra-kehamilan melalui pendampingan calon pengantin, pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri, pemantauan ibu hamil berisiko, pemberian makanan pendamping ASI yang berkualitas, serta optimalisasi pelayanan Posyandu.
Melalui keberhasilan penyelenggaraan pertemuan koordinasi ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam meningkatkan pelayanan kesehatan dasar, menurunkan angka stunting, menekan angka kematian ibu dan bayi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Seluruh hasil pertemuan akan ditindaklanjuti dalam rencana aksi yang terukur guna mewujudkan masyarakat Buru Selatan yang sehat, produktif, dan berkualitas.
Jika diinginkan, berita ini juga dapat dibuat lebih bergaya jurnalistik investigatif dengan lead yang lebih kuat dan judul yang lebih menarik untuk media online. (KT/03)

0 Comments