Biak Numfor – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan, menutup secara resmi Festival Biak Munara Wampasi (FBMW) XIV Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Cenderawasih, Kabupaten Biak Numfor, Senin (7/7/2026).
Kehadiran Kepala BKN dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Provinsi Papua menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Festival Biak Munara Wampasi merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN) 2026, agenda pariwisata nasional yang memadukan promosi budaya, penguatan ekonomi masyarakat, serta pengembangan destinasi wisata unggulan di Kabupaten Biak Numfor.
Dalam sambutannya, Prof. Zudan menegaskan bahwa sektor pariwisata memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 4,67 persen dan mampu memberikan efek berganda bagi perekonomian.
"Kegiatan pariwisata tidak hanya menjadi magnet untuk menarik kunjungan wisatawan, tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi lokal, membuka lapangan kerja, memperkuat UMKM, serta mempromosikan budaya daerah sebagai aset pembangunan yang berkelanjutan," ujar Prof. Zudan.
Ia menilai Festival Biak Munara Wampasi menjadi contoh nyata kolaborasi yang berhasil menggabungkan pelestarian budaya dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Menurutnya, berbagai kegiatan budaya, sosial, dan ekonomi yang ditampilkan selama festival mampu menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat identitas budaya Papua.
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Biak Numfor, pelaku usaha pariwisata, seniman, budayawan, pelaku UMKM, komunitas, dan seluruh masyarakat yang telah berkolaborasi menyukseskan Festival Biak Munara Wampasi XIV Tahun 2026," katanya.
Sementara itu, Bupati Biak Numfor Markus Oktovianus Mansnembra menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan festival selama tujuh hari, termasuk kehadiran Kepala BKN yang menutup secara resmi agenda tahunan tersebut.
Ia menegaskan bahwa sektor kebudayaan dan pariwisata telah memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan akan terus menjadi salah satu prioritas pembangunan Kabupaten Biak Numfor.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten Biak Numfor juga mengumumkan rencana penyelenggaraan Festival Budaya Biak 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Biak Numfor, Turbey Onny Dangeubun, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan konsep festival yang lebih kuat agar mampu menjangkau pasar wisatawan yang lebih luas, baik domestik maupun mancanegara.
Festival Biak Munara Wampasi XIV Tahun 2026 yang berlangsung pada 1–7 Juli 2026 menghadirkan 13 rangkaian kegiatan budaya dan wisata, di antaranya Apen Beyeren, Snap Mor, Parade Wai Mansusu, Parade Wor, pertunjukan musik suling tambur, lomba foto bawah laut internasional, hingga Parade Yospan.
Festival tahun ini juga semakin semarak dengan partisipasi Kabupaten Asmat yang menampilkan seni ukir khas Asmat serta ritual budaya Patung Mbis, memperkaya keberagaman budaya yang ditampilkan kepada para pengunjung.
Menutup sambutannya, Prof. Zudan berharap semangat kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, pelaku usaha, dan komunitas budaya terus diperkuat agar sektor pariwisata Papua semakin berkembang sekaligus mampu menjaga kelestarian budaya lokal sebagai identitas bangsa.
(Nanang/Husnie)

0 Comments