Namlea – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Namlea kembali menggelar razia dan penggeledahan blok hunian sebagai upaya menjaga keamanan serta mencegah masuknya barang terlarang ke dalam lapas.
Razia yang berlangsung Kamis (20/8) tersebut menyasar Blok Andalas yang seluruh penghuninya masih berstatus tahanan. Penggeledahan dilakukan secara menyeluruh pada masing-masing kamar hunian.
Kepala Subseksi Keamanan dan Ketertiban Lapas Namlea, Heriyanto, mengatakan razia dilakukan untuk memastikan para tahanan tidak menyimpan, menggunakan maupun menyelundupkan barang-barang yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.
“Selain narapidana, kami juga memperketat pengawasan terhadap tahanan. Meskipun statusnya hanya dititipkan, kami perlu memastikan seluruh penghuni Lapas Namlea tidak menggunakan barang terlarang karena sangat berdampak terhadap gangguan keamanan dan ketertiban,” ujar Heriyanto.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah benda yang berpotensi membahayakan, di antaranya kaca, paku, silet, kawat, korek api dan aluminium.
Namun, dalam razia tersebut petugas tidak menemukan telepon genggam maupun narkoba.
Heriyanto mengimbau seluruh penghuni Blok Andalas untuk mematuhi tata tertib yang berlaku dan tidak memasukkan benda-benda yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban.
“Kami tegaskan kepada seluruh tahanan di Blok Andalas untuk selalu mematuhi tata tertib, termasuk larangan membawa masuk barang-barang berbahaya. Kami berharap temuan seperti ini tidak lagi ditemukan pada razia berikutnya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan komitmennya untuk mewujudkan Lapas Bersih dari Halinar (Handphone, Pungutan Liar dan Narkoba) melalui razia rutin serta berbagai langkah progresif lainnya.
“Razia dan tes urine kami rutinkan setiap minggu dan bulan sebagai bagian dari pelaksanaan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam upaya menumpas narkoba di lingkungan pemasyarakatan,” kata Marasabessy.
Menurutnya, razia bukan hanya bertujuan menemukan barang terlarang, tetapi juga menjadi bagian dari fungsi kontrol untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban di dalam lapas tetap terkendali.
“Razia merupakan upaya fungsi kontrol di dalam lapas sekaligus pengendalian situasi keamanan dan ketertiban,” pungkasnya. (LTO)

0 Comments