Namrole – Semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 Partai Demokrat di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) tidak sekadar diwarnai perayaan seremonial. Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Bursel justru menjadikan momentum tersebut sebagai ruang bagi generasi muda untuk berani tampil, berbicara dan menyampaikan gagasan.
Hal itu terlihat dalam lomba pidato yang digelar di Sekretariat DPC Partai Demokrat Bursel, Sabtu (22/8/2026), dengan mengangkat tema “Memajukan Ekonomi, Menegakkan Keadilan dan Menjaga Demokrasi.”
Sejumlah generasi muda tampil menyampaikan pandangan mereka mengenai ekonomi, keadilan dan demokrasi. Suasana perlombaan pun berlangsung penuh antusias, sekaligus menjadi ajang untuk mengasah keberanian dan kemampuan berbicara di hadapan publik.
Ketua DPC Partai Demokrat Bursel, Herlin Frisca Seleky, mengatakan tema tersebut dipilih karena merepresentasikan tiga nilai penting yang menjadi bagian dari perjuangan Partai Demokrat.
Menurut Herlin, gagasan memajukan ekonomi, menegakkan keadilan dan menjaga demokrasi merupakan nilai yang selama ini terus dikumandangkan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan dilanjutkan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Ia menegaskan, memajukan ekonomi bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keberanian setiap orang untuk percaya diri, mandiri dan mengambil peran sebagai penggerak ekonomi.
Begitu pula dengan keadilan. Menurut Herlin, keadilan tidak hanya berbicara tentang proses hukum di ruang pengadilan, tetapi juga menyangkut kesempatan dan hak yang sama bagi setiap warga negara.
Sementara demokrasi, kata dia, harus dijaga dengan keberanian menyampaikan pendapat tanpa kehilangan sikap saling menghormati.
“Menjaga demokrasi adalah berani bersuara tetapi tetap santun, berani berbeda tetapi tetap bersatu,” ujar Herlin.
Herlin berharap lomba pidato tersebut dapat menjadi wadah bagi generasi muda Bursel untuk membangun kepercayaan diri sekaligus melatih kemampuan dalam menyampaikan gagasan secara kritis dan konstruktif.
Ia bahkan berharap para peserta yang tampil hari ini dapat menjadi bagian dari calon pemimpin Buru Selatan di masa mendatang.
“Harapan saya melalui lomba pidato, adik-adik dapat menjadi pemimpin yang baru di Bursel, pemimpin yang pandai berbicara dan berani menyuarakan kebenaran serta melahirkan solusi yang baik untuk kebenaran itu sendiri,” katanya.
Herlin juga berpesan agar peserta tidak menjadikan kemenangan sebagai tujuan utama. Menurutnya, keberanian untuk berdiri di depan publik dan menyampaikan gagasan merupakan kemenangan tersendiri bagi generasi muda.
“Menang kalah itu biasa, tetapi yang terpenting adalah semangat tampil dan mendukung keberanian dalam menyatakan gagasan terhadap zaman saat ini,” tuturnya.
Ia meminta seluruh peserta menunjukkan ide terbaik yang dimiliki. Sebab, menurut Herlin, keberanian generasi muda untuk berbicara, berbeda pendapat dan menawarkan solusi merupakan modal penting untuk melahirkan pemimpin-pemimpin baru di Bursel.
Semarak HUT ke-25 Partai Demokrat semakin meriah dengan lomba makan kerupuk yang melibatkan peserta dalam suasana penuh kegembiraan dan kebersamaan.
Bagi Herlin, lomba sederhana tersebut juga menyimpan pesan kehidupan. Kerupuk yang digantung menggambarkan sesuatu yang harus diperjuangkan untuk diraih. Sementara aturan makan tanpa menggunakan tangan menjadi simbol pentingnya kemandirian dalam menghadapi tantangan.
“Yang menang pasti dapat hadiah. Ini mengajarkan kalau kerja keras pasti ada hasilnya,” ungkap Seleky, yang juga Wakil Ketua DPRD Bursel.
Herlin berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-25 Partai Demokrat tidak berhenti sebagai hiburan semata, tetapi mampu menjadi ruang bertemunya kreativitas, keberanian dan gagasan generasi muda.
Dari panggung sederhana lomba pidato itu, ia berharap lahir suara-suara muda yang kelak mampu membawa perubahan dan memberikan kontribusi nyata bagi Kabupaten Buru Selatan.
“Semoga perlombaan ini melahirkan gagasan besar untuk Kabupaten Bursel,” pungkas Seleky. (KT/03)

0 Comments