NAMROLE – Kekhawatiran warga Dusun Kilo 7 Ratawano, Desa Labuang, Kecamatan Namrole, terhadap terganggunya akses saat musim hujan kini mulai terjawab. Pemerintah Kabupaten Buru Selatan telah menyelesaikan pembangunan jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat setempat.
Jembatan tersebut kini telah rampung dan dapat dimanfaatkan warga untuk menunjang berbagai aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengantar anak ke sekolah, berbelanja, menjual hasil kebun hingga menjalankan aktivitas ekonomi lainnya.
Bupati Buru Selatan, La Hamidi, meninjau langsung kondisi jembatan tersebut, Rabu (24/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan pembangunan yang telah dikerjakan benar-benar dapat difungsikan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
La Hamidi didampingi para asisten, staf ahli dan sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buru Selatan. Kedatangan rombongan pemerintah daerah disambut masyarakat Dusun Kilo 7 Ratawano.
Bagi warga, pembangunan jembatan tersebut bukan sekadar pembangunan fisik. Keberadaannya menyangkut kelancaran akses dan aktivitas masyarakat, terutama ketika hujan menyebabkan debit air meningkat dan berpotensi menghambat perjalanan.
Di sela-sela peninjauan, La Hamidi mengatakan pembangunan jembatan merupakan bentuk respons pemerintah daerah terhadap kebutuhan dan aspirasi masyarakat.
“Jembatan ini dibangun karena memang menjadi kebutuhan masyarakat. Pemerintah mendengar apa yang disampaikan masyarakat dan kita berusaha menjawab kebutuhan itu melalui pembangunan infrastruktur,” kata La Hamidi.
Menurutnya, akses transportasi merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat yang harus mendapat perhatian pemerintah. Sebab, ketika akses terputus atau sulit dilalui, dampaknya langsung dirasakan masyarakat.
“Kalau akses terganggu, masyarakat yang paling merasakan dampaknya. Anak-anak bisa kesulitan pergi ke sekolah, masyarakat yang mau menjual hasil kebun juga bisa terkendala. Begitu juga mereka yang mau berbelanja atau memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Karena itu, La Hamidi menegaskan pemerintah daerah akan terus melihat kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah, terutama yang berkaitan langsung dengan akses dan aktivitas sehari-hari.
“Jembatan ini sekarang sudah bisa digunakan. Saya berharap masyarakat dapat memanfaatkannya dengan baik dan bersama-sama menjaganya. Apa yang sudah dibangun pemerintah harus kita rawat supaya bisa digunakan dalam waktu yang panjang,” katanya.
Bupati menilai pembangunan jembatan memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar membangun sarana penghubung.
“Pembangunan seperti ini bukan hanya soal jembatan. Yang kita bangun adalah akses masyarakat. Dengan akses yang baik, masyarakat lebih mudah bergerak, anak-anak bisa ke sekolah, hasil kebun bisa dibawa keluar untuk dijual, dan kebutuhan masyarakat juga lebih mudah dipenuhi,” jelasnya.
La Hamidi mengatakan, pemerintah memiliki kewajiban untuk hadir dan melihat langsung kebutuhan masyarakat di lapangan. Namun, ia mengakui tidak semua kebutuhan dapat direalisasikan dalam waktu bersamaan.
“Pemerintah harus hadir melihat apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kita tidak mungkin menyelesaikan semua kebutuhan sekaligus. Tetapi yang menjadi prioritas dan memang mendesak akan kita upayakan untuk dipenuhi,” tegasnya.
Menurut La Hamidi, pembangunan tetap harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Karena itu, pemerintah akan menentukan skala prioritas berdasarkan tingkat kebutuhan dan manfaatnya bagi masyarakat.
“Kita tetap melihat kondisi keuangan daerah. Semua kebutuhan masyarakat penting, tetapi harus kita atur berdasarkan kemampuan anggaran dan skala prioritas. Yang paling mendesak dan menyangkut kepentingan masyarakat luas akan kita upayakan terlebih dahulu,” ungkapnya.Bupati juga mengingatkan masyarakat agar ikut menjaga jembatan yang telah dibangun tersebut. Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga turut bertanggung jawab terhadap keberlangsungan fasilitas tersebut.
“Ini dibangun untuk masyarakat. Karena itu masyarakat juga punya tanggung jawab untuk menjaganya. Jangan hanya pemerintah yang menjaga. Mari kita sama-sama merawat apa yang sudah dibangun,” pesannya.
La Hamidi berharap keberadaan jembatan Kilo 7 Ratawano dapat menghilangkan kekhawatiran masyarakat ketika musim hujan tiba.
“Harapan kita, dengan adanya jembatan ini masyarakat tidak lagi khawatir ketika hujan turun. Aktivitas tetap berjalan, anak-anak tetap bisa sekolah, hasil kebun tetap bisa dibawa keluar dan masyarakat bisa menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan lancar,” ujarnya.
Kehadiran Bupati bersama jajaran pemerintah daerah di lokasi pembangunan mendapat sambutan hangat dari masyarakat Dusun Kilo 7 Ratawano. Warga menyampaikan apresiasi atas pembangunan jembatan yang kini dapat digunakan untuk menunjang mobilitas mereka.
Bagi masyarakat setempat, jembatan tersebut menjadi bagian penting dalam membuka akses menuju pusat aktivitas, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi warga yang selama ini bergantung pada kelancaran transportasi.
Peninjauan Bupati juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Buru Selatan memastikan setiap pembangunan yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Dengan rampungnya pembangunan jembatan Kilo 7 Ratawano, akses warga kini semakin terbuka. Pemerintah daerah berharap infrastruktur tersebut dapat menjadi penghubung yang memperlancar aktivitas masyarakat sekaligus mendorong pergerakan ekonomi warga di wilayah tersebut. (KT/04)


0 Comments