AMBON - Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan sinergi antara pemerintah dan pers adalah kunci untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik.
Penegasan itu disampaikan Bodewin saat menjadi pemateri pada Diskusi Panel dalam rangkaian Konferensi Wilayah (Konferwil) III Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Maluku Tahun 2026, yang digelar di Zest Hotel Ambon, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Sirimau, Selasa (20/10/2026).
Di hadapan peserta Konferwil, Bodewin mengaku sangat memahami peran strategis media sebagai jembatan informasi antara pemerintah dan masyarakat.
"Pemerintah Kota Ambon tentu memahami betapa pentingnya media dalam membangun upaya untuk melaksanakan penyelenggaraan pemerintahan yang baik, pembangunan, serta pelayanan publik," ujar Bodewin.
Ia mengungkapkan, pola kemitraan yang intens dengan insan pers sudah ia bangun sejak masih menjabat sebagai Penjabat Wali Kota Ambon.
"Sampai tahun 2026, kebanyakan kerja sama pemerintah dengan media ini mulai semenjak beta menjabat sebagai penjabat Wali Kota Ambon," katanya.
Bahkan, pola yang sama pernah ia terapkan saat menjabat sebagai Sekretaris DPRD Provinsi Maluku, di mana hampir seluruh media dirangkul untuk bekerja sama. Hasilnya, seluruh kinerja DPRD saat itu terpublikasi dengan baik.
"Dulu waktu jadi Sekretaris DPRD Provinsi Maluku hampir semua media katong kerja sama. Dampaknya, semua kerja-kerja DPRD pada saat itu terpublikasi dengan baik ke masyarakat dan publik jadi tahu apa yang dikerjakan oleh DPRD," jelasnya.
Menurutnya, tanpa publikasi media, kerja keras pemerintah tidak akan diketahui publik.
"Percuma Wali Kota, Wakil Wali Kota dan jajarannya kerja setengah mati tapi publik tidak tahu apa yang dia kerja. Nanti akan muncul pertanyaan publik, dong kerja apa saja. Makanya betapa pentingnya bagi kami untuk bekerja sama dengan media," tutur Bodewin.
Lebih lanjut, Wali Kota menekankan media dan pemerintah memiliki peran berbeda, namun tujuannya sama yakni berkontribusi bagi pembangunan daerah.
"Media dan pemerintah memiliki dua peran yang berbeda tapi sama-sama berkontribusi bagi pembangunan daerah. Beta rasa tujuan media ini juga mendukung pembangunan supaya berjalan dengan baik. Lalu pemerintah bertanggung jawab kepada publik, media menjadi jembatan untuk menyampaikannya kepada publik," ujarnya.
Meski mendorong sinergi, Bodewin juga mengingatkan agar kerja sama tidak menghilangkan fungsi kritis pers.
"Hubungan yang sehat harus dibangun melalui keterbukaan. Bukan berarti kalau sudah bekerja sama dengan media lalu ingin menghilangkan daya kritis dalam rangka fungsi pengawasan media," pungkasnya. (KT-EH)

0 Comments