Wondama,
Kompastimur.com
Warga Kampung Iryati Distrik Wasior
Kabupaten Teluk Wondama Papua Barat melepas Satuan Tugas TNI Manunggal Masuk
Desa (TMMD) yang ke-100 di gelar oleh Kodim 1703 Manokwari.
"Meski hanya satu bulan keberadaan
Satgas TMMD di Kampung ini, kami tidak bisa pungkiri bahwa ada manfaat
yang berdampak bagi warga," kata Kepala Kampung Iryati Yas Marani.
Yas Marani menuturkan, pengorbanan
Anggota Satgas TMMD yang meninggalkan keluarganya selama satu bulan di kampung
Iryati tidak bisa diukir dengan apapun, Satgas bekerja tanpa pamrih untuk
mengerjakan jalan bagi warga kampung.
"Keberadaan Satgas TMMD di Kampung
ini memberi warna tersendiri dimana setiap malam antara warga dan masyarakat
selalu bercengrama, saling saling bertukar fikiran," kata Yas Marani.
Warga Kampung Iriati berbondong-bondong
mengantar Tim Satgas TMMD ke Pelabuhan Kuripasai Wasior Kabupaten Teluk Wondama
melepas keberangkatan Satgas yang bertugas selama satu bulan bersama-sama
mengerjakan jalan dan parit serta Tugu TMMD Tahun 2017.
"Selamat jalan Prajurit tercinta,
terima kasih telah membantu kami tanpa pamrih sehingga jalan kampung kami sudah
bagus dan Puskemas Pembantu sudah terlihat indah. Semoga Tuhan akan membalas
pergorbanan dan rasa kemanusian yang telah Bapak Tentara dedikasi terhadap
rakyat khususnya di Kampung Iriati ini,” ujar Kepala Kampung Yas Marani.
Penutupan TMMD Ke-100 dihadiri Kasdam
XVIII/ Kasuari Brigjen TNI Dedi Sumbowo dan rombongan kemudian di jemput
dengan upacara adat Papua di Mandara Wasior pada Rabu (25/10).
Upacara penutupan di gelar di halaman
Kantor BKD Kabupaten Teluk Wondama dihadiri oleh Bupati Bernadus Imburi.
Kasdam Brigjen TNI Dedi Sumbowo saat
membacakan sambutan Pangdam Kasuari Mayjen TNI Joppie Onesimus Wayangkau,
mengatakan prajurit TNI, Pemerintah Daerah dan masyarakat serta komponen
yang telah bahu membahu menyelesaikan Program TMMD Ke 100 dan kebersamaan ini
merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan bangsa
pada masa sekarang ini.
"Progam TMMD ini termasuk membantu
Pemda dalam membangun daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan
memantapkan kemanungglan TNI bersama rakyat, guna menyiapkan ruang alat dan
kondisi juang yang tangguh untuk kepentingan pertahanan Negara," kata Kasdam.
Dikatakan, selaku pengendali kegiatan
operasional TMMD, dia menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada
semua pihak dan elemen masyarakat yang telah membantu secara moril dan materil
sehingga kegiatan TMMD Ke 100 ini terselenggara dengan baik aman dan lancar.
"Program TMMD ini masih sangat
dibutuhken mengingat wilayah Indonesia merupakan wilayah pedesaan, sehingga
keterlibatan TNI dalam membangun sarana prasarana dan infrastruktur wilayah
masih sangat relevan dan sesuai dengan koridor undang-undang," kata Brigjen
Dedi.
Program TMMD di akui sangat bermanfaat
sehingga masyarakat dan pemerintah daerah mengharapkan kelanjutan kegiatan
ini, hal tersebut diamini melalui surat dari Mendagri yang tujuanya
kepada Gubernur Bupati dan Walikota tentang penambahan kegiatan yang semula 2
kali dalam setahun menjadi 3 kali.
"Surat Mendagri kepada Gubernur,
Bupati serta Walikota berdasarkan Nomor : 140/174/SD tanggal 16 Januari 2017
tentang penambahan kegiatan program TMMD dari 2 kali menjadi 3 kali dalam
setahun," ujar Kasdam Kasuari.
TMMD Ke 100 di tahun 2017 ini telah
dikerjakan sebanyak 3 sasaran fisik diantaranya pengecoran jalan, pembuatan
gorong-gorong dan merehab Puskesmas semua mencapai 100%. Pencapaian sasaran Non
Fisik berupa Penyuluhan Agama, Penyuluhan Bela Negara, Pengobatan Massal,
Pembagian Sembako, Nonton Bersama Film G30S-PKI dan upacara HUT TNI Ke 72.
"Semua
itu dalam rangka pembangunan dan memperkokoh jiwa dan semangat nasionalisme
masyarakat dalam menangkal berbagai ancaman integrasi bangsa yang dilancarkan
melalui proxiwar berupa maraknya peredaran narkoba, masih eksisnya bahaya
terorisme," ujarnya. (KT-ARA)


0 Comments