Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Kecaman Terhadap Trans7 Terus Mengalir

Ketua Aliansi Anak Adat Seram Timur, Ridwan Tatakora Kelian
Bula, Kompastimur.com
Program On the Spot di Trans7 yang diduga sangat menyudutkan masyarakat Bati yang berkedudukan di Kecamatan Kian Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).

Tak terima dengan hal itu, wakil rakyat Kabupaten SBT pun mengecamnya. Ternyata kecaman itu pun berlanjut, kali ini kecaman terhadap Trans7 datang dari Aliansi Anak Adat Seram Timur.

Ketua Aliansi Anak Adat Seram Timur, Ridwan Tatakora Kelian kepada Kompastimur.com, Senin (16/10) di Bula mengatakan, semua unsur yang dimasukan dalam pemberitaan atau progran On the Spot oleh Trans7 tersebut tidak sedikitpun yang benar.

Untuk itu, sebagai Anak Negeri Essi Riun (Ribuan Gunung) dan Goran Riun (Ribuan Gorom), pihaknya mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar segera memanggil pihak Trans7 untuk melakukan klarifikasi terkait penayangan tersebut, serta meminta maaf kepada masyarakat Bati secara terbuka di semua media.

"Sebagai Anak kandung Essi Riun Goran Riun meminta kepada KPI agar segera memanggil Redaksi Trans7 untuk mengklarifikasi beritanya di semua media dan meminta maaf kepada kami anak cucu suku Bati," ucap Kelian dengan nada tegas.

Selain itu, dirinya meminta pihak Kepolisian agar segera melakukan proses hukum terhadap penulis buku tentang masyarakat Bati, karena itu merupakan tindakan tidak menyenangkan.

Selain pihak kepolisian, desakan juga dialamatkan ke pihak yang berkompoten agar segera menggugurkan hasil penelitian serta menarik buku-buku tersebut dari peredaran.

"Kami meminta kepada pihak kepolisian guna memproses hukum Piter Pelupessy karena ini perbuatan tidak menyenangkan, dan sekaligus pihak akAdemika untuk menggugurkan hasil penelitiannya," pintanya. (KT-FS)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments