Program On the Spot di Trans7 yang
diduga sangat menyudutkan masyarakat Bati yang berkedudukan di Kecamatan Kian
Darat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT).
Tak terima dengan hal itu, wakil rakyat
Kabupaten SBT pun mengecamnya. Ternyata kecaman itu pun berlanjut, kali ini
kecaman terhadap Trans7 datang dari Aliansi Anak Adat Seram Timur.
Ketua Aliansi Anak Adat Seram Timur, Ridwan
Tatakora Kelian kepada Kompastimur.com, Senin (16/10) di Bula mengatakan, semua
unsur yang dimasukan dalam pemberitaan atau progran On the Spot oleh Trans7
tersebut tidak sedikitpun yang benar.
Untuk itu, sebagai Anak Negeri Essi Riun
(Ribuan Gunung) dan Goran Riun (Ribuan Gorom), pihaknya mendesak Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar
segera memanggil pihak Trans7 untuk melakukan klarifikasi terkait penayangan
tersebut, serta meminta maaf kepada masyarakat Bati secara terbuka di semua
media.
"Sebagai Anak kandung Essi Riun Goran Riun meminta kepada KPI agar segera memanggil Redaksi Trans7 untuk mengklarifikasi beritanya di semua media dan meminta maaf kepada kami anak cucu suku Bati," ucap Kelian dengan nada tegas.
Selain itu, dirinya meminta pihak
Kepolisian agar segera melakukan proses hukum terhadap penulis buku tentang masyarakat
Bati, karena itu merupakan tindakan tidak menyenangkan.
Selain pihak kepolisian, desakan juga
dialamatkan ke pihak yang berkompoten agar segera menggugurkan hasil penelitian
serta menarik buku-buku tersebut dari peredaran.
"Kami meminta kepada pihak
kepolisian guna memproses hukum Piter Pelupessy karena ini perbuatan tidak
menyenangkan, dan sekaligus pihak akAdemika untuk menggugurkan hasil
penelitiannya," pintanya. (KT-FS)

0 Comments