Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Perilaku Mesum Bos Otoritas Bandara Rendani Dibongkar Korban

Kepala Otoritas Bandara Rendani Manokwari, Kolonel (KAL) Bambang Susetyo dihadapan puluhan anak buahnya yang melakukan pemalangan kantornya, Rabu (26/10) lantaran Bambang diduga telah melakukan pelecehan sexual terhadap anak buahnya, Wati yang membongkar perilaku mesumnya.

Manokwari-Kompastimur.com
Dugaan Pelecehan Sexual yang dituding kepada Kepala Otoritas Bandara Rendani Manokwari, Kolonel (KAL) Bambang Susetyo akhirnya menemui kejelasan setelah  pegawai Kantor Otban itu memalang Kantor Rabu (26/10) sekitar pukul 07.00 WIT. 

Wati, Pegawai Honorer Kantor Otoritas Bandara Rendani Manokwari akhirnya dihadirkan ditengah aksi pemalangan untuk memberi kesaksian di hadapan Kepala Otoritas Bandara yang mulanya mengelak bahwa tidak melakukan pelecehan sexual.

“Saya  mau di pecat sama bapak,  tapi bapak sampaikan kalau mau bertahan kerja saya harus layanani kebutuhan sexual bapak tapi saya tolak," kata Wati di depan Pegawai dan Kepala Otoritas Bandara. 

Lanjut Wati juga membeberkan perlakuan atasanya itu bukan hanya sekali, namun di lain kesempatan saat Kolonel (KAL) Bambang Susetyo yang merupakan atasanya itu  kembali dari Jakarta kemudian mengajaknya untuk belanja kebutuhan rumah,  saat di dalam mobil Wati kembali di tawari permintaan yang sama untuk melayani Bambang.

"Saya juga menolak saat bapak menawarkan di dalam Mobil, kemudian bapak panggil saya ke dalam ruangan kerja lantas memaksa saya untuk nonton film porno," beber Wati.

Saat di dalam ruangan Kerja Kepala Otoritas Bandara, Wati mengaku di paksa menonton film biru,  karena dia tidak mau melihat gambar video, Wati lalu menutup matanya tetapi Pimpinanya itu mengatakan biar yang penting bisa dengar suaranya. 

"Satu bulan saya di suruh bekerja di rumah mengurus rumah, saat pisang makanan burung habis saya di tuduh makan pisang itu,  lalu saat beras habis saya dibentak katanya kasih habis beras saja," ujar Wati.

Bukan hanya Wati yang menjadi korban pelecehan sexual Kepala Otoritas Bandara,  ada juga pegawai honorer lainya berinisial G. Bahkan dia langsung dikeluarkan karena menolak melayani kebutuhan pimpinanya.

"Selain Wati,  ada lagi pegawai honor namanya G, dikeluarkan dengan tuduhan dia hamil tapi ini hanya akal-akalan Pak Bambang saja, sebab alasan dikeluarkan  tidak jelas," kata Wahyudi yang juga sebagai pegawai honor di Kantor Otban Wilayah IX Manokwari.

Wahyudi juga menceritakan bahwa sesuai pengakuan G, dia dipaksa oleh Ka Otban untuk mengundurkan diri kalau tidak korban disuruh mencari wanita untuk menemani Pimpinanya tetapi kalau memang tidak ada, maka G-lah yang harus menemani Bambang Susetyo.

"Bapak tau tidak alasan dia mengundurkan diri karena dia bapak suruh cari wanita untuk temani, kalau tidak dapat G yang menemani bapak," Beber Wahyudi. 

Sementara Kepala Otoritas Bandara Kolonel (KAL) Bambang Susetyo mengakui dia sempat mengajak Wati,  namun ajakan itu dia sampaikan dalam bentuk bercanda. 

"Oke saya jawab,  saya kalau bicara begitu hanya bercanda biasa aja kok, jadi saya bilang begini G kamu sekarang tinggal sama siapa lantas di jawab sama pramugari cantik,  kalau begitu cariin saya satu buat temanin bapak," kata Kolonel Bambang Susetyo yang menganggap seruanya itu sebagai bahan candaan. 

Setelah melalui perdebatan dan juga mendapat desakan dari seluruh pegawai otoritas bandara,  Kolonel Bambang Susetyo akhirnya menulis surat pernyataan pengunduran diri sebagai Kepala Otoritas Bandara Wilayah IX Manokwari.

Meskipun demikian para pegawai tidak akan membuka palang sebelum dikeluarkan Surat penarikan dari pusat terhadap Bambang Susetyo. 

Hingga saat ini aktivitas Kantor Otoritas Bandara masih lumpuh,  para pegawai akhirnya diliburkan dalam waktu yang belum bisa dipastikan hingga menunggu kepastian dari Pusat.

Pegawai  memalang pintu utama Kantor dengan menggunakan dua potongan Bambu yang di silang didepan pintu dengan memasang pemfled kertas putih yang bertuliskan "Seorang Pemimpin harusnya memberi teladan yang baik kepada anak buahnya bukan memecat mereka tanpa alasan yang jelas dan tanpa surat peringatan".

Selain itu ada juga tulisan yang meminta agar kepala Otoritas Bandara harus diganti segera. Kemudian tulisan lain menyebut sesuai PP Nomor 11 Tahun 2017 para pemalang meminta Kepala Otoritas Bandara harus diganti dengan orang perhubungan atau sipil. (KT-ARA)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments