Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Pertamina Perlu Antisipasi Penanganan Tumpah BBM dan Kebakaran Kapal


Ambon, Kompastimur.com
Guna mengantisipasi dan meningkatkan kesiagaan bekerja dalam keadaan darurat, Marketing Operation Region VIII PT Pertamina (Persero) menggelar simulasi terjadinya tumpah minyak dan kebakaran kapal di perairan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Wayame, Kamis (26/10).

General Manager Marketing Operation Region VIII PT Pertamina (persero), Made Adi Putra kepada wartawan usai mengikuti kegiatan Simulasi di Terminal BBM Wayame mengatakan kesigapan puluhan karyawan PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VIII dan Marine Region VIII TBBM Wayame dibuktikan saat terjadi kebakaran dan tertumpahnya minyak di kawasan perairan Terminal Bahan Bakar Minyak Wayame dengan menggunakan berbagai peralatan standar sesuai dengan standar operasional prosedur Health Safety Secure Environment Pertamina.

Dimana, lanjutnya,  sumber daya dan sarana digunakan untuk upaya melakukan pemadaman api sekaligus membersihkan tumpahan minyak di laut akibat kebakaran yang terjadi di wilayah TBBM Wayame.

Menurutnya, kejadian emergency sesuai dengan simulasi dapat terjadi kapanpun dan dimana saja terhadap perusahaan minyak, oleh sebab itu, maka kesiapsiagaan dari karyawan PT. Pertamina dapat memudahkan proses evakuasi dan pembersihan, agar lingkungan laut disekitaran terminal BBM Wayame tidak tercemari oleh minyak yang tumpah akibat kecelakaan kerja.

Dijelaskan, PT. Pertamina (Persero) menetapkan SOP sesuai dengan prosedur yang ditetapkan, dan diharapkan agar seluruh karyawan yang ada dapat mematuhi dan memahami aturan baku atau SOP penanganan kejadian emergency yang ada.

"Kalau latihan, kami setiap hari memberlakukan safety briefing, sedangkan untuk simulasi seperti ini dilaksanakan per-6 bulan sekali. Kegiatan ini dilakukan karena Pertamina sangat peduli dan komitmen untuk menjaga lingkungan sekitar areal operasi dari kemungkinan terjadinya kebakaran atau tumpahan minyak di laut," ujar Made Adi Putra.

Made mengungkapkan, PT. Pertamina juga akan terus membangun koordinasi dan komunikasi dengan instansi-instansi terkait, terlebih khusus otoritas pelabuhan yang berdekatan dengan terminal pengisian bahan bakar Pertamina guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti kebakaran dan tumpahan minyak di perairan setempat.

Selain itu, Pertamina dalam hal ini juga akan terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat di sekitar area kerja. Hal ini dilakulan semata-mata untuk mencegah berbagai potensi terjadinya bahaya kebakaran dan tumpah minyak di perairan.

"Kami berharap dari pelatihan ini pekerja selalu siaga dan cepat tanggap apabila terjadi hal-hal darurat kebakaran dan tumpah minyak di perairan tidak menunggu perintah tetapi dapat melaksanakan penanggulangan sesuai dengan prosedur," harapnya.

Sementara itu, Kepala KSOP Kelas 1 Ambon, Barlet mengatakan dengan dilakukannya simulasi penanganan tumpah minyak dan kebakaran kapal itu bukan hanya sekedar kegiatan seremonial saja, namun itu sebagai satu keharusan sebagai langkah antisipasi, sehingga harus dipertahankan. Sebab, salah satu persyaratan  pelabuhan internasional pemberlakukan SIP SKUD, jadi sudah dilakuan atau sudah dilaksanakan displen secara internasional dan kapal sandar di pelabuhan ini.

"Simulasi ini dilaksanakan dalam rangka untuk bagaimana kita menyiapkan diri dalam menghadapi berbagai situasi yang kemungkinan bisa terjadi. Sehongga, apabila ada ancaman yang terjadi kita sudah bisa mengetahui apa yang harus kita lakukan, tentu sesui dengan tugas kita masing-masing,'' tutur Barlet. (KT-SH)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments