Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Situasi Empirik Peran Pemuda Maluku dan Kohesifitas Masa Depannya


Oleh :
Kaimudin Laitupa
Penulis Muda

Pascareformasi 1998 ada kesadaran baru pada segenap anak bangsa.tatanan yang cepat berubah,membutuhkan kreatifitas dan inovasi pada visi pembangunan kepemudaan, pemuda yang dahulunya memiliki kreatifitas terbatas, mulai menikmati krand demokrasi dan kebebasan sipil, mereka menjadi dalam fase sejarah yang menentukkan.

Tidak ada gelanggang yang sunyi dari partisipasi pemuda,entah itu dengan cara menjadi aktor atau figuran. Bahkan karena terbukanya ruang kompetisi, regenerasi berjalan lebih cepat.pemuda bukan lagi orang-orang antri, namun mereka ikut berlomba mencari momentum. Mereka ini yang kita sebut aktor.

Sedangkan yang lain memilih jalan ekstraparlementer. Mereka bersentuhan dengan kekuasaan, namun dengan menggunakan kritik dan gerakan people power. Fenomena gerakan pemuda seperti ini, lazim disepanjang sejarah dan waktu, namun pada masa tertentu, terutama di era orde baru dan rezim otoritarianisme lainnya, pemuda pemuda dikontrol dengan tertib politik dengan konsesi ekonomi, pemuda yang potensial dan kritis dikaryakan oleh rezim berkuasa.

Sebagai pemuda yang mengalami masa masa transisi kekuasaan, pemuda Maluku termasuk yang paling lengkap cara belajarnya. Olehnya pandangan penulis bahwa ada dua momentum besar yang menghampiri proses belajar, pertama konflik social dan yang kedua transisi social-politik yang terjadi secara nasional. Dua fenomena ini yang membuat pengalaman pemuda Maluku sedikit.

Berbeda dengan banyak pemuda lainnya,karena spirit perubahan justru menjangkau sentiment budaya, keadilan politik nasional dan penegasan local wisdom. Belum selesai pertanyaan prinsip dalam menyelesaikan konflik social, perubahan situasi politik juga cepat berubah.

Pilkada langsung kepala daerah, perombakan sistem politik, hingga tingginya mobilisasi social, menjadi kenyataan yang sulit dihindar. Pada sisi lain, problem-problem kemanusiaan mengalami titik tertinggih dan terbuka dalam sejarah modern di Maluku, melalui relokasi pengungsi, fenomena eksodus dan pelanggaran hak asasi manusia.

Tidak heran negeri menjadi perhatian banyak Negara. Banyak peniliti juga mencernati perkembangan konflik dan perubahan sosial di Maluku. Dalam keadanaan seperti ini, pemuda dan masyarakat Maluku adalah pelaku sejarah, mereka semua mengalami situasi kejiwaan dan pengalaman sosial yang khas, mulai dari konsep orang basudara, konflik sosial, kemudian penegasan identitas kolektif pada dimensi dimensi sosial politik.

Penulis menilai ada dua elemen penting yang mendasari visi perjuangan dan visi pembangunan pemuda Maluku. Dalam konstelasi visi perjuangan, yang digugat oleh pemuda Maluku adalah ketidakadilan politik dengan merekonstruksi ulang sejarah NKRI, pemuda Maluku mendesak keterwakilan putra Maluku dalam kabinet Indonesia bersatu jilid I dan II. Bahkan pada aspek keadilan territorial, pemuda Maluku menjadi motor penggerak kaukus KNPI Provinsi Kepulauan, dengan menggandeng KNPI daerah lain.

Sedangkan dalam visi pembangunan, pemuda Maluku semakin sadar akan arti kerukunan. Pemuda semakin tahu bahwa kesatuan gagasan pada semua aspek. Penyatuan konsep pembangunan yang utuh dan menyeluruh dibutuhkan untuk mendorong penyelesaian masalah-masalah pembangunan yang kompleks yang dihadapi daerah ini.

Dengan terlaksananya peletakan Gong Perdamaian Dunia dan pertemuan pemuda dunia di Kota Ambon, menunjukan lewat konflik yang pernah terjadi di daerah ini semua bangsa bisa belajar dari Maluku.

Dahulu bangsa-bangsa datang,karena harum buah pala dan cengki. Namun kesadaran sejarah itu, masih membutuhkan jiwa pemuda yang tangguh, cerdas dan memiliki kebudayaan yang kuat.

Refleksi Kohesifitas Masa Depannya  seorang futurulog mengatakan orang orang visioner telah menyelesaikan masa depannya, baru dia bertindak dihari ini. Ini menunjukan kekuatan visi melebihi waktu dan ruang. Visi yang besar membutuhkan rencana yang konsisten dan kesengguhan melewati rintangan dan hambatan.

Bagian dari judul ini; Situasi Empirik Peran Pemuda Maluku Dan Kohesifitas Masa Depannya memperjelas spirit perjuangan pemuda dan masyarakat Maluku.pemuda sebagai penerus pembangunan membutuhkan karya karya monumental untuk menghubungkan semangat dan cerita sejarah dari generasi masa kini kepada generasi masa depan. Sekali lagi, sejarah tidak berhenti pada satu generasi.

Salah satu kemampuan untuk berlayar dalam ombak sejarah adalah dengan memperteguh persatuan dan komitmen pemuda sebagai orang basudara. Kerukunan hidup yang ada pada pemuda dan masyarakat Maluku merupakan simpul pemersatu gagasan, cita-cita dan spirit kebudayaan. Kerukunan hidup itu terbingkai dalam ungkapan-ungkapan bermakna seperti sagu salempeng dipatah dua dan potong dikuku rasa di daging.

Kohesifitas masa depannya pemuda Maluku adalah kerja bersama dan energy bersama dan membutuhkan kehendak bersama dan cita-cita bersama dan membutuhkan mimpi mimpi besar untuk membangun peradaban dan kemanusiaan dari beban sejarah masa lalu.

Tugas-tugas pembangunan berkelanjutan membutuhkn rencana dan visi yang jelas. Pada bidang politik, butuh strategi yang lebih cerdas dan bermartabat. Pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas salah satu cara jangka panjang untuk menjawab minimnya keterwakilan putra Maluku di kabinet. Selain itu, kemampuan membangun jejaring dan akses juga penting.

Pada aspek ekonomi kita membutuhkan pemetaan sumber daya alam, dengan kemampuan membangun jaringan bisnis mendunia, sumber daya alam, bagaimana harus dikelola secara mandiri. Dengan Sumber daya manusia dan teknologi yang handal yang akan kita miliki kedepan.
Penulis mempertegas pemuda Maluku harus patahkan sentimen kelompok dan agama dan sentiment local yang terus membangun stigma wilaya juga harus segera diakhiri, pemuda harus mengambil peran visioner karena pemuda adalah penerus tongkat estafet dan pelanjut masa depan.olehnya itu semakin banyak kesempatan dan peluang bagi pemuda untuk mengambil peran, semakin penting mempertanyakan orientasi visioner pemuda dalam pembangunan dan tugas tugas sosialnya.

Pemuda sekarang lebih muda tampil, berkompetisi dan mengambil peran, ini menunjukan orientasi visioner peran pemuda sudah harus menjadi diskursus penting, agar pemuda lebih siap menerima tanggung jawab sejarah.

Pemuda sebagai tongkat estafet pemuda dituntut memiliki keunggulan-keunggulan komparatif olehnya itu sebelum penulis mengakhiri tulisan ini penulis mengingatkan kepada semua pemuda Maluku bahwa ada beberapa aspek yang menjadi investasi pemuda yang pertama, pemuda harus cerdas intelektual dan mandiri dalam menentukan pilihan hidup.pemuda yang memiliki karakter seperti ini, bukan saja bisa mengambil keputusan, namun juga mampu memperkirakan keadaan keadaan mendatang, dengan kata lain pemuda tersebut memiliki konsep dan komitmen.

Kedua, pemuda harus memahami realitas masyarakatnya secara kompleks, baik realitas sosial politik dan realitas sosio-kultural. Pemuda seperti ini mampu menjaga keseimbangan tradisi dan perubahan sosial. Dalam situasi yang cepat berubah, kita semakin perlu membutuhkan pemuda sadar akar sejarah kebudayaan dan mengedepankan local wisdom.

Ketiga, pemuda harus mampu mengetahui perkembangan ilmu pengetahuan teknologi. Dengan teknologi yang semakin canggih, semua control terhadap pekerjaan semakin mudah dan ringkas. Teknologi memperkuat fungsi fungsi birokrasi dan komunikasi, namun tidak mampu menggantikan ritus-ritus dan tradisi karena itu penggunaan teknologi harus dilakukan secara seimbang, agar tidak merusak local wisdom.

Dengan keunggulan komparatif pemuda lebih siap menatap masa depan. Kondisi global dengan penetrasi pasar dan pengaruh teknologi ikut turut mempengaruhi visi pemuda.


Pemuda harus siap berfikir global namun bertindak local maksudnya pemuda harus menyesuaikan diri dengan pengaruh perubahan globalisasi namun tidak meninggalkan identitas dan tradisi kebudayaan. (*)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments