Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Said Assaggaf Buat Pernyataan Kontreversi di Aru

Dobo, Kompas Timur.com
Gubernur Maluku Said Assagaff telah melontarkan pernyataan yang cukup kontraversi kepada masyarakat di Kabupaten Kepulauan Aru dan membuat resah masyarakat di daerah itu.

Pernyataan tersebut dilontarkan oleh Assaggaf ketika melakukan kunjungan kerja di Desa Jerwatu, Kecamatan Aru Utara saat mendampingi Menteri Kesehatan Prof dr Nila Moeloek pada Minggu, 5 November 2017 lalu.

Assagaff dalam pernyataan mengaku, kalau lahan seluas 200 ribu hektar di Kecamatn Aru Selatan akan diambil alih pemerintah untuk menanam Tebuh dan Peternakan Sapi.

Apa yang diungkapkan oleh Assagaff ini sontak menjadi pembahasan hangat di tengah-tengah masyarakat, sebab jika benar pemerintah akan melakukan seperti yang diucapkan oleh Assaggaf, maka dipastikan hampir setengah wilayah tersebut bakal diambil alih oleh pemerintah untuk dijadikan sebagai lahan untuk menanam Tebuh dan mengembangkan peternakan Sapi.

Tak mau pernyataan Assaggaf itu kian kontraversi dan meresahkan warganya, Bupati Kepulauan Aru dr Johan Gonga pun angkat bicara untuk meluruskan masalah itu.

"Tidaklah lahan sebesar itu diambil pemerintah, dan kita harus sampingkan atau mengabaikan yang namanya perkebunan Tebu. Karena Menteri Pertanian datang lalu bicara dengan masyarakat Aru Selatan hanya bicara Sapi," kata Bupati dr Johan Gonga kepada Kompastimur.com, Selasa (7/12) di kantornya.

Gonga menjelaskan, lahan yang akan dikelola hanya seluas 10.000 hektar untuk peternakan Sapi, dan investor yang dipakai pemerintah adalah investor asal Kalimatan bernama Hj Sam.

Dimana, untuk pelaksanaan peternakan Sapi itu, Sapi sebanyak 200 ekor hingga 10.000 ekor akan didatangkan dari Australia secara bertahap untuk dipelihara oleh masyarakat Aru Selatan.

"Jadi yang dibicara Menteri hanya untuk Sapi. Kalau untuk Tebu nantilah," singkat Bupati dr Johan Gonga menyikapi pernyataan Gubernur yang kontraversi itu.

Perlu diketahui, kalau luas kawasan Aru Selatan secara menyeluruh berkisar kurang lebih 500 ribu hektar. Jadi, kalau 200 ribu yang diambil, berarti sebagian besar daratan Aru Selatan habis dikuasai dan masyarakat akan tinggal ke Laut. (KT-Dedi)
Baca Juga

Post a Comment

0 Comments