Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Panwaslu Bula Kecam Pengeroyokan PPL di MTB


SBT, Kompastimur.com
Benedikta Yanubi, salah satu Pengawas Pemilihan Lapangan (PPL) di Kabupaten Maluku Tenggara Barat (MTB), diduga dikeroyok oleh sekelompok orang tepatnya di Desa Lorwembun Kecamatan Kormomolin.

Menyikapi hal tersebut, Panwalsu Bula Lewat Kordiv SDM, M. Yusran Rumain angkat bicara, Selasa (26/02) di Bula.

Dirinya mengatakan, selaku lembaga pengawasan yang memiliki rasa solidaritas antar sesama dalam satu lembaga, pihaknya mengecam keras tindakan pengeroyokan terhadap korban salah satu pengawas Pemilu, Benedikta Yanubi, yang terjadi pada Senin 25 Februari 2019.

Selain itu, pihaknya siap menggelar aksi sebagai bentuk solidaritas terhadap korban.

"Kami mengecam keras tindakan pengeroyokan ini dan Kami mohon dukungan dalam bentuk aksi solidaritas sesama pengawas pemilu," tegas Rumain.

Lebih lanjut ditambahkan, tindakan kekerasan terhadap korban (Benedikta Yanubi) Pengawas Desa Lorwembun, diduga dilakukan oleh keluarga tersangka kasus pidana pemilu yang sementara diproses pada sentra Gakkumdu MTB.

Bahkan dirinya menilai, tindakan ini adalah upaya yang tersusun secara sistematis untuk melemahkan penegakkan Hukum Pemilu di Daerah tersebut.

Untuk itu, pihaknya mendesak Kapolres MTB, agar segera melakukan proses Hukum terhadap terduga pelaku pengeroyokan sesuai dengan peraturan yang berlaku, karena dirinya menilai, tindakan tersebut merupakan upaya menghalang-halangi penegakkan keadilan Pemilu serta mencederai harkat dan martabat lembaga pengawas Pemilu.

"Kapolres MTB segera memproses pelaku sesuai ketentuan UU serta  dihukum sesuai dengan  perbuatannya. Ini upaya menghalang-halangi Penegakan Keadilan Pemilu bahkan mencederai harkat dan martabat Lembaga Pengawas,"pintanya

Dirinya berharap, pihak Polres MTB harus mengusut kasus dugaan pengeroyokan ini sampai tuntas, serta bisa mengungkap, aktor-aktor intelektual dibalik dugaan pengeroyokan ini. Bahkan diduga kuat tindakan ini dilakukan sebagai aksi melemahkan penegakan hukum pemilu di MTB.

“Kami minta Kapolres menyelidiki aktor-aktor dibalik dugaan penganiyaan ini karena ini upaya pelemahan Pengawasan pemilu,” tegasnya. (KT/FS)

Baca Juga

Post a Comment

1 Comments

  1. sesuai dari info bawaslu korban adalah perempuan, yang benar perempuan atau laki-laki

    ReplyDelete