Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Desa Lowolabo Bangun Gerai Kopdes, Tonggak Baru Kemandirian Ekonomi Warga

LOWOLABO, PAGA - Desa Lowolabo menorehkan tonggak penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan melalui prosesi peletakan batu pertama pembangunan gerai ekonomi Koperasi Desa (Kopdes) Lowolabo yang digelar pada Sabtu (31/1/2026). Momentum ini menjadi simbol sinergi antara otoritas adat, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi dari desa.

Prosesi berlangsung khidmat dan sarat makna kultural dengan kehadiran pemangku adat tertinggi Mosalaki Paga yang terdiri dari tujuh Bhisu. Kehadiran para tokoh adat tersebut menjadi penegasan bahwa pembangunan ekonomi desa tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga harus selaras dengan nilai-nilai kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun. Turut hadir Penjabat Kepala Desa Lowolabo, unsur TNI-Polri dari Koramil dan Polsek Paga, Pendamping Desa, Ketua BUMDes, kelompok tani hortikultura, Karang Taruna, serta tokoh masyarakat setempat.

Ketua Kopdes Lowolabo, Alexsius Suki, dalam sambutannya menegaskan bahwa pendirian koperasi ini merupakan langkah strategis untuk melindungi masyarakat dari praktik ekonomi yang merugikan. Ia menyampaikan bahwa seluruh warga Desa Lowolabo dari berbagai latar belakang profesi diharapkan menjadi anggota koperasi sebagai bentuk penguatan ekonomi kolektif.

Menurutnya, kehadiran Kopdes Lowolabo bertujuan memutus mata rantai ketergantungan masyarakat terhadap koperasi harian maupun praktik rentenir yang selama ini membebani warga dengan bunga tinggi. Melalui sistem simpan pinjam yang sehat dan transparan, koperasi diharapkan mampu menjadi penopang permodalan bagi masyarakat desa dalam mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut, pengurus dan pengawas Kopdes akan segera turun langsung ke lapangan untuk melakukan sosialisasi intensif di setiap dusun. Langkah ini dilakukan agar seluruh warga memahami visi, mekanisme, serta manfaat jangka panjang dari keberadaan koperasi sebagai instrumen ekonomi bersama.

Diskusi yang berkembang pasca peletakan batu pertama juga melahirkan sejumlah gagasan inovatif. Ketua Karang Taruna Desa Lowolabo menyatakan komitmen pemuda desa untuk terlibat aktif dalam pengelolaan dan pengembangan unit usaha koperasi. Salah satu usulan strategis yang mengemuka adalah pembangunan lopo-lopo di sekitar kawasan gerai ekonomi sebagai ruang interaksi dan daya tarik tambahan.

Konsep tersebut dirancang untuk mengintegrasikan sektor perdagangan dengan potensi pariwisata lokal. Pengunjung tidak hanya berbelanja kebutuhan di gerai koperasi, tetapi juga menikmati panorama pantai Lowolabo yang memiliki daya tarik alam tersendiri. Gagasan ini mendapat dukungan dari tokoh akademisi Ricki Nobel serta para tokoh masyarakat yang menilai integrasi ekonomi dan pariwisata sebagai langkah visioner.

Lebih jauh, Kopdes Lowolabo juga diproyeksikan menjadi penyerap tenaga kerja lokal. Berbagai unit usaha yang akan dikembangkan, seperti gerai apotek, gerai alat dan obat pertanian, serta gerai sembako, direncanakan dikelola oleh putra-putri desa yang memiliki kompetensi dan keterampilan sesuai bidangnya.

Dengan dukungan lintas sektor, mulai dari pemerintah desa, lembaga adat, aparat keamanan, hingga kelompok tani dan pemuda, pembangunan gerai ekonomi Kopdes Lowolabo diharapkan menjadi pusat baru perputaran ekonomi desa. Restu para Mosalaki serta pengawalan dari pemerintah dan TNI-Polri menjadi fondasi kuat agar koperasi ini tumbuh sehat, berkelanjutan, dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan diakhiri dengan makan siang bersama dan dialog hangat sebagai wujud kebersamaan dan komitmen kolektif warga Desa Lowolabo untuk mengawal proyek strategis ini hingga tuntas dan berdaya guna bagi generasi mendatang. (MM) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments