Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480

Tujuh Hari Terombang-ambing di Laut, Dua Nelayan Asal Paga Akhirnya Selamat

PAGA, 31 Januari 2026 — Penantian panjang yang diselimuti doa dan air mata akhirnya berujung kabar bahagia. Dua nelayan asal Desa Paga, Kabupaten Sikka, Anwar dan Noris, yang dilaporkan hilang saat melaut sejak 25 Januari 2026, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Sabtu (31/1/2026). Penemuan di hari ketujuh pencarian ini menjadi bukti nyata bahwa harapan, kerja sama, dan kepedulian kemanusiaan mampu menaklukkan kerasnya lautan.

Kedua nelayan tersebut ditemukan di wilayah pesisir Desa Kiraman, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, setelah perahu yang mereka gunakan terombang-ambing dan terbawa arus laut sejauh puluhan mil dari lokasi awal melaut. Penemuan ini pertama kali diketahui oleh Kepala Desa Kiraman bersama warga setempat yang melihat adanya tanda-tanda keberadaan manusia di atas perahu yang hanyut di perairan mereka.

Tanpa menunggu lama, Kepala Desa Kiraman dan warga bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap kedua korban. Tindakan sigap dan penuh kepedulian dari masyarakat lokal ini menjadi faktor penentu keselamatan Anwar dan Noris, mengingat kondisi fisik keduanya telah melemah akibat kelelahan dan paparan cuaca ekstrem selama berhari-hari di laut lepas.

Keberhasilan penemuan dan penyelamatan ini juga merupakan buah dari kolaborasi lintas instansi yang solid. Operasi pencarian melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur, DKP Kabupaten Sikka, Pos TNI AL (Posal) Alor, serta Basarnas Alor

Koordinasi yang cepat dan efektif antarinstansi memungkinkan informasi penemuan segera ditindaklanjuti dengan penanganan medis dan proses pengamanan korban secara maksimal.

Terkait beredarnya foto dokumentasi penemuan korban yang menampilkan tanggal “29 Desember 2025”, redaksi menegaskan bahwa hal tersebut merupakan kesalahan teknis akibat pengaturan waktu pada kamera ponsel milik warga yang digunakan saat pengambilan gambar. Fakta penemuan kedua nelayan tetap terjadi pada 31 Januari 2026, dan foto-foto yang beredar dipastikan otentik serta benar-benar merekam kondisi korban saat ditemukan di Desa Kiraman.

Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi seluruh nelayan akan tingginya risiko melaut, terutama di tengah kondisi cuaca yang sulit diprediksi. Pemahaman terhadap informasi cuaca dari BMKG serta kemampuan navigasi dasar harus menjadi perhatian utama sebelum melaut. Keselamatan diri merupakan modal paling penting agar nelayan dapat kembali ke rumah dan keluarga dengan selamat.

“Kami mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut. Jangan pernah meremehkan alam. Keselamatan adalah yang utama,” tegas salah satu perwakilan tim penyelamat.

Di sisi lain, kejadian ini juga menjadi refleksi bagi pemerintah daerah maupun pusat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dan perlindungan bagi nelayan kecil. Penyediaan fasilitas keselamatan laut seperti alat komunikasi darurat, GPS, pelampung standar, hingga penguatan armada patroli harus menjadi prioritas. Pembangunan sektor kelautan idealnya berjalan seiring dengan jaminan keamanan bagi masyarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya pada laut.

Saat ini, Anwar dan Noris tengah menjalani masa pemulihan dan persiapan untuk dipulangkan ke Desa Paga, Kabupaten Sikka. Rasa syukur dan terima kasih disampaikan kepada seluruh pihak yang telah bahu-membahu dalam misi kemanusiaan ini, mulai dari warga, aparat, hingga tim penyelamat.

Salam Bahari.

Reporter: ikel/paga

Editor: Tim Redaksi

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments