Halteng – Pelayanan kelistrikan PLN Patani kembali menuai sorotan tajam. Perkumpulan Pelajar Anak Gerakan (PARANG) Patani Utara mendesak Bupati Halmahera Tengah agar segera mengevaluasi kinerja PLN Patani yang dinilai tidak efektif dan merugikan masyarakat, khususnya di wilayah Patani Utara, Patani Timur, dan Patani Barat, Selasa (3/2/2026).
Sorotan tersebut mencuat menyusul kondisi pasokan listrik yang kerap mengalami pemadaman tidak menentu. Sistem kelistrikan yang dipusatkan di Patani Selatan dinilai tidak mampu menanggung beban listrik dari wilayah Patani lainnya. Akibatnya, masyarakat harus menghadapi kondisi listrik mati–menyala yang telah berlangsung lebih dari dua bulan terakhir tanpa kepastian.
Koordinator PARANG Patani Utara, Ibnu Rusyd, menegaskan bahwa desakan tersebut lahir dari kondisi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat, bukan sekadar untuk mencari perhatian publik.
“Ini bukan soal tampil di berita, tetapi soal kenyataan yang dialami warga setiap hari. Listrik tidak stabil, mati–menyala, dan berlangsung lama tanpa kejelasan,” ujar Ibnu.
Menurutnya, situasi tersebut semakin memprihatinkan karena terjadi menjelang bulan suci Ramadhan. Ketidakstabilan pasokan listrik dikhawatirkan akan mengganggu aktivitas ibadah maupun kehidupan sosial ekonomi masyarakat.
“Menjelang Ramadhan, listrik seharusnya dalam kondisi stabil. Jika kondisi ini terus berlanjut, aktivitas masyarakat tentu akan terganggu,” katanya.
PARANG menilai kapasitas pembangkit dan jaringan PLN Patani saat ini tidak sebanding dengan beban listrik yang harus dilayani. Ketergantungan pada satu pusat kelistrikan dianggap tidak ideal untuk melayani beberapa kecamatan sekaligus, sehingga memicu gangguan berulang.
Oleh karena itu, PARANG Patani Utara meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah tidak hanya melakukan evaluasi administratif, tetapi juga mengambil langkah konkret berupa rehabilitasi dan peningkatan infrastruktur kelistrikan PLN Patani.
“Kami berharap Bupati Halteng segera mengambil langkah tegas. Evaluasi dan rehabilitasi PLN Patani sangat penting agar masyarakat tidak terus menjadi korban pelayanan listrik yang tidak maksimal,” tegas Ibnu.
PARANG menekankan bahwa perbaikan layanan listrik bukan semata persoalan teknis, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang mendesak dan tidak bisa ditunda, terlebih menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. (Wit)

0 Comments