Jakarta – Menjelang pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Haidar Alwi Institut yang akan digelar pada 9–10 Februari 2026, konsolidasi organisasi telah memasuki tahap akhir. Rakernas dijadwalkan berlangsung di Ball Room Hotel Balairung, Matraman Raya, Jakarta, dan diproyeksikan sebagai agenda nasional yang melibatkan ribuan kader dari berbagai daerah di Indonesia.
Persiapan Rakernas tidak hanya difokuskan pada aspek teknis penyelenggaraan, tetapi juga pada pemantapan substansi serta arah pembahasan. Forum ini diposisikan sebagai ruang konsolidasi nasional yang menempatkan isu persatuan, keamanan, dan ketertiban masyarakat sebagai fokus utama di tengah dinamika kebangsaan yang semakin kompleks.
Sejak awal berdirinya, Haidar Alwi Institut berorientasi pada penguatan persatuan nasional dan ketertiban sosial. Arah tersebut sejalan dengan pandangan Ir. R. Haidar Alwi, MT, Presiden Haidar Alwi Care dan Haidar Alwi Institut sekaligus Dewan Pembina Ikatan Alumni ITB, yang selama ini menekankan pentingnya stabilitas dan ketertiban sosial sebagai prasyarat utama pembangunan nasional. Kerangka pemikiran inilah yang kemudian dirumuskan menjadi tema Rakernas tahun ini, Mengkonsolidasikan Persatuan Guna Mewujudkan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat dalam Mencapai Asta Cita.
Rakernas Haidar Alwi Institut akan diikuti sekitar 6.000 kader yang berasal dari 36 provinsi di seluruh Indonesia, mencerminkan jangkauan nasional organisasi tersebut. Selain peserta internal, sejumlah pimpinan partai politik juga dijadwalkan hadir sebagai bagian dari dialog kebangsaan lintas elemen.
Pelaksanaan Rakernas berada di bawah koordinasi Sandri Rumana selaku Direktur Haidar Alwi Institut, yang berperan dalam perancangan konsep, arah kegiatan, serta penguatan substansi Rakernas sebagai forum konsolidasi nasional. Agenda ini dirancang bukan sebagai ruang politik praktis, melainkan sebagai wadah penyatuan arah dan sikap organisasi dalam merespons tantangan persatuan dan ketertiban sosial.
Pemilihan Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan Rakernas dimaksudkan untuk menegaskan peran ibu kota sebagai pusat konsolidasi nasional, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif bahwa persatuan merupakan kebutuhan strategis dalam menjaga ketertiban dan keberlangsungan negara hukum.
Dalam kerangka negara hukum, keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan prasyarat agar hukum dapat ditegakkan secara adil dan konsisten. Ketertiban dipahami sebagai kondisi yang memungkinkan hak dan kewajiban warga negara berjalan seimbang serta memperkuat legitimasi hukum di mata publik. Dalam konteks ini, peran Kepolisian Negara Republik Indonesia menjadi elemen penting sebagai institusi negara yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional dan berlandaskan hukum.
Tema Rakernas ini menegaskan bahwa persatuan nasional merupakan fondasi utama stabilitas negara. Ketika masyarakat terfragmentasi, wibawa hukum melemah dan pembangunan nasional berpotensi tersendat. Karena itu, konsolidasi persatuan tidak dapat dipisahkan dari penguatan institusi penegak hukum, termasuk Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo sebagai Kapolri. Dukungan terhadap profesionalisme dan kewibawaan Polri dipandang sebagai bagian dari upaya menjaga ketertiban nasional agar hukum dapat berfungsi efektif dan dipercaya publik.
Konsolidasi persatuan dengan demikian ditempatkan sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar jargon atau retorika, melainkan sebagai prasyarat bagi tegaknya negara hukum dan terwujudnya stabilitas nasional.
Tema Rakernas Haidar Alwi Institut juga dikaitkan dengan Asta Cita, visi strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan kedaulatan negara, keadilan sosial, dan penguatan institusi nasional. Visi tersebut membutuhkan stabilitas sosial dan ketertiban hukum agar dapat diwujudkan secara berkelanjutan.
Dalam kerangka konstitusi, arah ini sejalan dengan Pasal 33 UUD 1945 yang menegaskan bahwa perekonomian disusun sebagai usaha bersama dan kekayaan alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Prinsip keadilan sosial yang terkandung di dalamnya hanya dapat dijalankan dalam situasi negara yang aman, tertib, dan bersatu.
Dengan demikian, Rakernas Haidar Alwi Institut pada 9–10 Februari 2026 di Ball Room Hotel Balairung, Jakarta, diposisikan sebagai momentum konsolidasi pemikiran kebangsaan. Agenda ini tidak semata menjadi kegiatan internal organisasi, melainkan bagian dari ikhtiar kolektif untuk menjaga persatuan nasional, memperkuat ketertiban, dan menegaskan arah bangsa menuju cita-cita konstitusional.
(Nanang)

0 Comments