Namlea – Keistimewaan bulan suci Ramadan dimanfaatkan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Namlea untuk memperbanyak ibadah dan memperbaiki diri. Sejak awal Ramadan, berbagai agenda pembinaan kerohanian digelar, termasuk kultum yang disampaikan penyuluh Kementerian Agama Kabupaten Buru, Senin (23/1).
Memasuki hari keempat Ramadan, Lapas Namlea berkolaborasi dengan Kemenag Buru menghadirkan sesi penyuluhan bertema keutamaan ibadah puasa. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan mental dan spiritual bagi warga binaan.
Penyuluh Kemenag Buru, Siti Rosna Laitupa, dalam tausiyahnya menegaskan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan dan kemuliaan yang harus dimanfaatkan setiap insan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik, termasuk mereka yang tengah menjalani masa pembinaan.
“Setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk berubah dan tidak mengenal waktu. Kesempatan untuk berhijrah masih terbuka bagi Bapak-Bapak yang ada di sini, karena Allah SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” ujarnya.
Suasana penyuluhan berlangsung khusyuk. Warga binaan tampak antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan. Salah satu warga binaan berinisial HU mengaku Ramadan menjadi momentum penting baginya untuk memperbanyak ibadah dan memperdalam taubat.
“Bulan puasa ini membantu kita lebih sadar untuk berbenah dan berubah. Walaupun di Lapas, suasana dan kehangatan bulan suci tetap kami rasakan. Bahkan kami lebih fokus untuk sholat dan tadarus setiap hari, yang belum tentu kami lakukan ketika berada di luar,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Namlea, Muhammad M. Marasabessy, menegaskan bahwa pihaknya menjamin penuh hak beribadah warga binaan selama Ramadan. Mulai dari pelaksanaan salat tarawih, tadarus Al-Qur’an, hingga kegiatan keagamaan lainnya difasilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.
“Warga binaan memiliki hak ibadah yang diatur dalam undang-undang. Karena itu, hak tersebut kami penuhi sepenuhnya, apalagi di momen Ramadan yang penuh berkah ini,” tegasnya.
Melalui pembinaan rohani yang intensif, Lapas Namlea berharap Ramadan menjadi titik balik bagi warga binaan untuk memperkuat keimanan, memperbaiki diri, dan mempersiapkan langkah baru yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (LO)

0 Comments