Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



SI CADIAK, Inovasi Cerdas Pertamina Patra Niaga Ubah Limbah Jadi Sumber Energi dan Cuan

Padang – Komitmen terhadap lingkungan tak lagi sekadar slogan. Di Nagari Padang Toboh, inovasi nyata lahir dari tangan masyarakat bersama Pertamina Patra Niaga melalui unit Aviation Fuel Terminal (AFT) Minangkabau. Program bertajuk SI CADIAK (Sistem Inovasi Cerdas Kelola Limbah) hadir sebagai solusi konkret atas persoalan limbah pertanian dan peternakan yang selama ini menjadi tantangan lingkungan sekaligus sosial.

Bukan lagi dipandang sebagai sisa hasil panen, limbah jerami dan kotoran ternak kini disulap menjadi sumber daya produktif bernilai ekonomi. Melalui pendekatan eco-inovasi berbasis ekonomi sirkular, SI CADIAK mengakhiri praktik pembakaran terbuka yang kerap memicu polusi udara dan gangguan kesehatan. Sebaliknya, limbah diolah secara terintegrasi menjadi kompos, bioetanol, parfum jerami ramah lingkungan bermerek ARUWA, hingga energi baru terbarukan berbasis PLTS yang mendukung operasional Learning Center UKASEMA.

Setiap tahun, program ini mampu mengelola 894 ton jerami dan 864 ton kotoran ternak. Hasilnya bukan hanya produk bernilai jual, tetapi juga dampak lingkungan yang terukur: penurunan emisi mencapai 1.305 ton CO₂e per tahun serta penurunan kasus ISPA hingga 80 persen dalam periode 2022–2025. Dari sisi ekonomi, pendapatan masyarakat meningkat hingga 63 persen berkat diversifikasi produk dan efisiensi biaya pertanian.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M. V. Dumatubun, menegaskan bahwa SI CADIAK menjadi bukti kolaborasi strategis antara perusahaan dan masyarakat.

“SI CADIAK menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara Pertamina Patra Niaga dan masyarakat mampu menghadirkan solusi berkelanjutan. Program ini tidak hanya menyelesaikan persoalan limbah, tetapi juga menciptakan nilai ekonomi, memperkuat ketahanan energi berbasis biogas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Nagari secara inklusif,” ujarnya.

Lebih jauh, program ini juga memperkuat kontribusi perusahaan dalam mendukung standar Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER). Pendekatan berbasis inovasi dan dampak terukur menjadikan SI CADIAK sebagai model pengelolaan limbah produktif berbasis masyarakat yang potensial direplikasi di berbagai daerah.

Manfaat program ini dirasakan langsung oleh anggota Kelompok UKASEMA. Siti, salah satu anggotanya, mengaku SI CADIAK membuka peluang baru bagi para buruh tani dan ibu rumah tangga.

“SI CADIAK bersama Pertamina bukan hanya tentang pertanian biasa, tetapi kami diajarkan mengolah limbah dengan tepat dan menghasilkan produk yang bisa dijual. Hasilnya membantu menambah pemasukan keluarga kami,” ungkapnya.

Inisiatif ini juga selaras dengan agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 1 (Tanpa Kemiskinan), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab), serta poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim).

SI CADIAK membuktikan bahwa limbah bukan akhir dari proses produksi, melainkan awal dari siklus nilai baru. Dari Nagari Padang Toboh, lahir model pengelolaan limbah yang tak hanya menjaga bumi, tetapi juga menggerakkan ekonomi rakyat. (W) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments