Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



UMKM Binaan Pertamina Bersinar di INACRAFT 2026, Griya Kain Solo Catat Lonjakan Omzet

Jakarta - BAGI Esti Kriswandari Asih, keikutsertaan dalam ajang Jakarta International Handicraft Trade Fair (INACRAFT) bukan sekadar rutinitas pameran tahunan. Momentum tersebut menjadi titik balik perjalanan usaha yang dirintisnya, Griya Kain Solo, hingga mampu bersaing di panggung nasional dan mulai membidik pasar global.

Pameran kerajinan terbesar di Indonesia itu digelar di Jakarta Convention Center pada 4–8 Februari 2026, menghadirkan ribuan pelaku UMKM dari berbagai daerah. Di tengah padatnya pengunjung yang memadati setiap stan, terselip kisah tentang proses panjang pendampingan, kurasi ketat, dan peningkatan kualitas produk yang dijalani para UMKM binaan PT Pertamina (Persero).

“Griya Kain Solo berangkat ke INACRAFT sebagai bagian dari UMKM binaan Pertamina. Kurasi dari Pertamina sangat ketat. Kami tidak hanya diminta unggul secara produk, tapi juga kuat dalam desain, kualitas bahan, hingga daya saing harga. Itu yang membuat omzet kami di INACRAFT tahun ini meningkat jauh, bahkan melampaui target,” ujar Esti.

Menurutnya, pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada aspek produksi. Pertamina juga memperkuat sisi branding, pengemasan, hingga strategi pemasaran agar produk mampu menjawab kebutuhan pasar yang lebih luas. Partisipasi dalam pameran berskala nasional dan internasional menjadi pintu masuk penting untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan buyer potensial, baik dari dalam maupun luar negeri.

Sejumlah mitra binaan bahkan mulai menjajaki kerja sama lanjutan pasca pameran. Antusiasme pengunjung selama gelaran berlangsung menjadi indikator kuat bahwa produk-produk lokal kini memiliki daya saing tinggi dan mampu tampil sejajar dengan merek besar.

Di INACRAFT 2026, Griya Kain Solo menghadirkan koleksi fesyen berbasis kain tradisional seperti lurik dan batik klasik yang diolah menjadi busana modern siap pakai. Produk unggulannya meliputi blouse lurik premium, dress batik kontemporer, hingga tunik eksklusif dengan sentuhan finishing butik dan desain yang mengikuti tren profesional muda.

Nadira Setyalestari, pengunjung asal Depok, mengaku terkesan dengan kualitas produk UMKM binaan Pertamina. 

“Desainnya eksklusif, modelnya update, dan tetap nyaman dipakai untuk kerja maupun acara formal. Kualitasnya terasa semakin premium,” tuturnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa pada INACRAFT 2026, Pertamina menghadirkan 32 UMKM binaan. Dalam ajang tersebut, seluruh mitra binaan berhasil membukukan total transaksi sebesar Rp10,4 miliar, termasuk komitmen pembelian dari buyer mancanegara untuk pasar ekspor.

“Hasil transaksi penjualan ini menjadi kebanggaan bagi Pertamina. Masuknya UMKM-UMKM binaan ke ajang internasional ini menunjukkan bahwa pembinaan berkelanjutan mampu meningkatkan skala usaha sekaligus memperkuat posisi produk lokal di pasar nasional maupun global,” ujar Baron.

Capaian ini tidak hanya menjadi angka transaksi semata, melainkan bukti nyata bahwa kolaborasi antara BUMN dan pelaku UMKM mampu mendorong kemandirian ekonomi serta mengangkat kekayaan budaya Indonesia ke panggung dunia. (Wit) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments