Namrole – Pemerintah Kabupaten Buru Selatan memastikan pembangunan RSUD dr Salim Alkatiri dengan status rumah sakit tipe C akan segera direalisasikan pada tahun ini. Kepastian tersebut disampaikan Bupati La Hamidi setelah penandatanganan kontrak pembangunan rumah sakit dengan nilai mencapai Rp157,8 miliar.
“Kepastian ini kami peroleh setelah mengikuti zoom intensif bersama pihak kementerian, yang kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak pembangunan RSUD tipe C hari ini,” ujar La Hamidi kepada Suara Buru Selatan di ruang kerjanya, Rabu (11/3/2026).
Pembangunan rumah sakit tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi masyarakat Buru Selatan dan menjadi salah satu capaian penting pada tahun kedua kepemimpinan Bupati La Hamidi bersama Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily.
Menurut La Hamidi, proyek pembangunan RSUD dr Salim Alkatiri menandai langkah besar pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat. Kehadiran rumah sakit tipe C diharapkan mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih lengkap dan profesional.
Ia menjelaskan, kepastian pembangunan ini diperoleh setelah digelarnya pertemuan daring antara perwakilan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dengan delapan kabupaten/kota yang masuk dalam program pembangunan rumah sakit daerah.
Dalam pertemuan tersebut juga dipastikan bahwa RSUD dr Salim Alkatiri resmi naik status menjadi rumah sakit tipe C, yang memiliki kompetensi pelayanan kesehatan tingkat menengah.
La Hamidi mengakui proses menuju pembangunan rumah sakit tersebut tidak berlangsung singkat. Pemerintah daerah harus melalui berbagai tahapan, termasuk penyelesaian persoalan lahan yang memerlukan waktu cukup panjang.
“Alhamdulillah, meskipun menghadapi berbagai tantangan dalam waktu yang cukup krusial, kita akhirnya mampu menyelesaikan persoalan lahan sehingga pembangunan RSUD tipe C ini dapat direalisasikan,” ujarnya.
Pembangunan rumah sakit ini juga merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) di bidang kesehatan untuk tahun anggaran 2025–2026 yang menargetkan peningkatan kapasitas rumah sakit daerah agar mampu memberikan layanan kesehatan yang lebih memadai.
Pemerintah daerah berharap kehadiran fasilitas kesehatan tersebut dapat menjawab kebutuhan masyarakat Buru Selatan yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses layanan kesehatan.
“Dengan adanya RSUD tipe C ini, masyarakat tidak perlu lagi dirujuk ke daerah lain untuk mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik. Ini adalah bukti nyata kehadiran negara di daerah,” kata La Hamidi.
Meski tim dari kementerian sempat menunda kunjungan akibat musibah, Bupati memastikan proyek pembangunan rumah sakit tersebut tetap akan mulai dikerjakan pada tahun ini.
“Dengan penandatanganan kontrak ini, kami berharap cita-cita bersama menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi masyarakat Buru Selatan segera terwujud,” pungkasnya. (KT/04)

0 Comments