Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Viral Isu Flu Singapura Serang Anak di Buru Selatan, Kadis Kesehatan: “Jangan Digiring Jadi Kepanikan”

Namrole – Jagat media sosial dihebohkan dengan kabar sejumlah anak di Kabupaten Buru Selatan diduga terserang flu Singapura. Informasi yang belum terverifikasi itu langsung menuai kekhawatiran publik. Namun, Kepala Dinas Kesehatan Buru Selatan, Yurdin Halibi, meminta masyarakat tidak terjebak dalam kepanikan yang berlebihan.

Menurut Halibi, hingga kini belum ada laporan resmi yang mengarah pada peningkatan kasus signifikan, apalagi hingga dikategorikan sebagai kejadian luar biasa (KLB). Ia menegaskan, setiap informasi kesehatan harus berbasis data lapangan, bukan sekadar asumsi dari media sosial.

“Kalau memang ada, tentu harus dibuktikan. Petugas akan turun langsung untuk memastikan apakah benar flu Singapura atau hanya penyakit kulit biasa seperti scabies. Jangan langsung menyimpulkan,” tegasnya.

Ia menjelaskan, flu Singapura atau Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) merupakan penyakit infeksi virus yang kerap menyerang anak-anak, khususnya di bawah usia lima tahun. Gejalanya diawali seperti flu biasa, lalu muncul ruam atau bintik merah pada tangan, kaki, dan area mulut.

Meski tergolong menular, Halibi memastikan penyakit ini bukan ancaman serius. Dalam banyak kasus, penderita dapat sembuh dengan sendirinya dalam kurun waktu sekitar satu minggu, selama penanganan dan kebersihan tetap terjaga.

“Ini bukan penyakit berbahaya. Yang penting jangan panik. Tapi juga jangan abai. Kalau ada gejala, segera ke fasilitas kesehatan, jangan minum obat sembarangan,” ujarnya.

Halibi juga mengingatkan bahwa penularan virus dapat terjadi melalui kontak langsung, batuk, maupun kebersihan yang buruk. Bahkan, virus masih bisa bertahan dalam kotoran penderita meski sudah dinyatakan sembuh.

Karena itu, ia menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan sebagai langkah pencegahan utama.

“Jauhi kontak dengan penderita yang sedang batuk atau flu, rajin cuci tangan, dan jaga sanitasi. Itu kunci paling efektif,” tambahnya.

Dinas Kesehatan Buru Selatan, lanjut Halibi, akan terus melakukan pemantauan dan siap bertindak cepat jika ditemukan kasus yang perlu penanganan khusus.

“Sekali lagi, ini bukan KLB. Tidak perlu ditakuti, tapi tetap harus diwaspadai dengan cara yang benar,” pungkasnya. (KT/04) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments