Jakarta - Seiring dengan perjalanan waktu dalam kehidupan masyarakat yang berinteraksi sosial ketergantungan terhadap pola kebijakannya gaya hidup sangat besar dalam garis yang terbangun sekian lama.
Sehingga jika dapat satu kebiasaan baru maka seharusnya dalam praktik nya perlu sosialisasi program dengan memperluas pemahaman masyarakat secara bahasa sederhana.
Penyampaian tujuan secara langsung tak akan serta merta dapat difahami langsung karena berbagai faktor latar belakang masyarakat baik status ekonomi, budaya, Pendidikan maupun hal lain.
Setidaknya kebiasaan baru tidak perlu sama dan sebangun dengan keberhasilan yang sudah dikenal luas.
Namun cukup jadi tolak ukur bahwa kemampuan entitas warga dapat terjadi karena persiapan dan kesempatan serta keinginan berubah dalam satu langkah nyaSebenarnya pencapaian pada tahap tersebut sungguh tak mudah seperti membalikkan telapak tangan. Jalan panjang dan berliku dapat kita temui dari penuturan smpai sukses mereka smpai di titik tersebut.
Berkaitan dengan hal tersebut dapat kita lihat mengenai program pengolahan limbah sampah berkelanjutan .
Seperti diketahui bahwa saat ini beberapa daerah sudah mulai kewalahan menangani produk sampah yang dihasilkan oleh warga. Adapun sampah tersebut dikategorikan menjadi tiga yaitu sampah limbah rumah tangga, sampah daur ulang dan sampah residu.
Sehingga akibatnya membludak volume sampah ditempat pembuangan sampah terakhir. Beberapa akibat berbahaya yang mengancam kehidupan diantaranya, bau polusi, akibat bercampur berbagai macam produk buangan , tinggi tumpukan sampah yang terus menggunung sehingga rentan menimbulkan lonsor.
Meresapnya limbah cair dapat mengganggu ekosistem lingkungan sekitar dan terjadi nya gas metana yang rentan mudah terbakar..
Perlakuan husus mulai digalakkan dengan melibatkan warga dimotori oleh pemangku lingkungan terdepan seperti RT dan RW.
Dengan pemilahan sampah ditempat warga seperti Bank Sampah, dan pemisahan sampah residu ,sampah limbah rumah tangga ,yang dimanfaatkan untuk pembuatan kompos maupun eco enzyme.
" Cairan eco enzyme efektif terbukti dapat menghilangkan bau busuk bekas sisa dan cecerandarah Qurban pada beberapa waktu lalu. Padahal sudah seminggu saat itu dengan aneka ragam belum hilang. Tapi dengan menggunakan cairan eco enzyme, bisa hilang, " Ujar ibu Nina dari PKK RW 13 Cimanggis, Depok, Jawa Barat. (12/7)
Jadi jangan lupa setiap hari dibuka tutupnya untuk mengeluarkan gas kalau mulai bikin eco enzyme, sekitar tiga bulan, biasanya sudah dapat digunakan.
Bahkan ada seorang cat lover yang mengadopsi seekor kucing liar dari pasar dengan kondisi bekas bacok dileher dan perutnya. Dengan telaten dia mengusap dengan menggunakan cairan eco enzyme, sekitar satu bulan luka tersebut menutup rapat menuju kesembuhan. Ternyata selain dapat digunakan untuk pupuk alami, pembersih lantai , pembersih residu. Juga ternyata dapat digunakan seperti hal di atas.
Cairan eco enzyme adalah cairan hasil fermentasi limbah dapur organik seperti sayur dan kulit buah. Disimpan dalam wadah yang tertutup rapat dan dibuka setiap pagi untuk mengeluarkan gas yang terbentuk dari hasil fermentasi itu. Sekitar 3 bulan sudah dapat diaplikasikan cairan fermentasi eco enzyme dengan disaring dan tak lupa harus dicampur air jika akan digunakan.
Intinya jika alam terjaga dia akan mengembalikan kepedulian kita sebagai kearifan lokal yang harus dihidupkan sebagai pilot project simbiosis mutualisme yang mulai memudar
(Nanang)

0 Comments