Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Pemkab Bursel Cari Solusi Pulihkan Penerbangan Namrole–Ambon

NAMROLE – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buru Selatan menegaskan tidak tinggal diam menghadapi terhentinya sementara penerbangan komersial rute Namrole–Ambon. Demi menjaga konektivitas daerah dan memulihkan aktivitas ekonomi masyarakat, Pemkab melalui Wakil Bupati Gerson Eliaser Selsily terus mengintensifkan negosiasi dengan maskapai Trigana Air terkait skema subsidi tiket.

Langkah tersebut merupakan upaya pemerintah daerah untuk memastikan akses transportasi udara tetap tersedia bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelancaran mobilitas orang, barang, serta aktivitas pemerintahan dan dunia usaha yang selama ini sangat bergantung pada jalur udara.

"Kami saat ini menunggu kedatangan pihak Trigana Air untuk kembali membahas besaran subsidi tiket. Pada pertemuan sebelumnya mereka mengusulkan kenaikan subsidi dari sekitar Rp100 ribu menjadi Rp300 ribu per kursi," ujar Wakil Bupati Buru Selatan, Gerson Eliaser Selsily, kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

Menurut Gerson, penghentian sementara operasional Trigana Air bukan semata-mata dipicu persoalan di daerah, melainkan merupakan dampak dari tekanan ekonomi yang juga dirasakan industri penerbangan nasional. Kenaikan harga avtur, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat, serta tingginya biaya pengadaan suku cadang impor menyebabkan beban operasional maskapai meningkat signifikan.

Kondisi tersebut membuat sejumlah rute, termasuk Namrole–Ambon, dinilai semakin sulit dijalankan secara komersial.

Sebelum menghentikan sementara layanannya, Trigana Air diketahui sempat melakukan uji coba dengan menaikkan tarif tiket hingga sekitar Rp800 ribu per penumpang dalam dua kali penerbangan. Namun kebijakan itu justru berdampak pada menurunnya jumlah penumpang karena daya beli masyarakat belum mampu mengikuti kenaikan harga tiket.

Melihat situasi tersebut, Pemkab Buru Selatan memilih menempuh jalur negosiasi sebagai solusi terbaik agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan memperoleh layanan transportasi udara.

Meski demikian, pemerintah daerah juga harus mempertimbangkan kemampuan fiskal daerah. Usulan kenaikan subsidi menjadi Rp300 ribu per kursi dinilai cukup membebani APBD apabila harus dipenuhi sepenuhnya.

Karena itu, Pemkab Bursel kini menyusun sejumlah alternatif yang dapat mengakomodasi kepentingan pemerintah daerah maupun maskapai. Salah satu opsi yang sedang dikaji adalah penyesuaian frekuensi penerbangan dari tiga kali dalam sepekan menjadi lebih sedikit, sehingga kebutuhan subsidi dapat ditekan tanpa menghentikan pelayanan secara total.

Skema tersebut diharapkan menjadi jalan tengah yang mampu menjaga keberlangsungan operasional maskapai sekaligus tetap memperhatikan kondisi keuangan daerah.

Gerson mengungkapkan, pihak Trigana Air menyambut baik usulan pemerintah daerah untuk melakukan penghitungan ulang nilai subsidi. Maskapai tersebut bahkan berencana kembali ke Buru Selatan dalam waktu dekat guna melanjutkan pembahasan dan mencari kesepakatan yang dapat diterima kedua belah pihak.

Ia juga menegaskan bahwa rute Namrole–Ambon pada prinsipnya merupakan jalur penerbangan komersial yang terbuka bagi seluruh maskapai. Pemerintah daerah siap menyambut apabila ada operator lain yang berminat melayani rute tersebut.

"Namun hingga saat ini, Trigana Air masih menjadi satu-satunya maskapai yang memiliki armada dengan spesifikasi teknis yang sesuai untuk beroperasi di Bandar Udara Namrole," jelasnya.

Pemkab Buru Selatan memastikan akan terus mengupayakan solusi yang realistis agar layanan penerbangan dapat kembali normal. Pemerintah berharap konektivitas udara segera pulih sehingga aktivitas masyarakat, pelayanan publik, dan roda perekonomian daerah dapat kembali bergerak tanpa mengorbankan stabilitas keuangan daerah. (KT/04) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments