Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Diresmikan Wabup Buru, Dana Aspirasi Anggota DPR RI Saadiah Uluputty Bangun Irigasi Tersier di 28 Titik

NAMLEA – Harapan petani Kabupaten Buru untuk mendapatkan pasokan air yang lebih stabil bagi lahan pertanian mulai menemukan titik terang. Melalui dana aspirasi Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Dapil Maluku, Saadiah Uluputty, sebanyak 28 titik saluran irigasi tersier dibangun dan kini mulai dimanfaatkan masyarakat petani.

Program tersebut direalisasikan melalui skema Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM) dalam Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI), bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku).

Salah satu saluran yang telah rampung dibangun berada di Desa Awaelinan, Kecamatan Airbuaya. Saluran tersebut resmi dioperasikan setelah diresmikan Wakil Bupati Buru, H. Sudarmo, S.P., Senin (31/8/2026).

Pembangunan irigasi tersier ini diarahkan untuk memastikan air dapat mengalir lebih dekat dan langsung menuju persawahan serta lahan pertanian hortikultura. Dengan ketersediaan air yang lebih baik, petani diharapkan mampu meningkatkan intensitas tanam sekaligus produktivitas hasil pertanian.

Bantuan tersebut menyasar sejumlah kawasan pertanian di Kabupaten Buru, termasuk Dataran Waeapo dan sekitarnya serta Kecamatan Airbuaya, yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas pertanian masyarakat.

Wabup: Program Pusat Sangat Membantu Petani

Saat meresmikan pengoperasian saluran tersier P3-TGAI di Awaelinan, Wabup Sudarmo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah ikut mendorong terealisasinya program tersebut.

Ucapan terima kasih disampaikan kepada kelompok tani, pemerintah desa, camat, anggota DPRD Kabupaten Buru, anggota DPRD Provinsi Maluku, serta secara khusus kepada Anggota DPR RI Fraksi PKS Dapil Maluku, Saadiah Uluputty.

Sudarmo mengakui bahwa pembangunan saluran tersier pada dasarnya juga merupakan bagian dari kewenangan pemerintah kabupaten.

“Ada hal-hal yang menjadi kewenangan kabupaten, termasuk pembangunan saluran tersier ini menjadi kewenangan kami,” kata Sudarmo.

Namun, menurutnya, kondisi kebijakan penganggaran pada tahun 2026 membuat sejumlah program dan kegiatan mengalami perubahan karena adanya penarikan sebagian kewenangan dan anggaran ke tingkat pemerintah pusat.

Karena itu, Sudarmo menyambut positif dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR dan BWS Maluku yang memungkinkan pembangunan saluran tersier tetap berjalan dan manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Ia berharap keberadaan saluran tersebut benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh para petani.

“Dengan adanya saluran tersier ini, petani bisa langsung merasakan dampaknya. Air bisa mengairi persawahan dan areal pertanian mereka,” ujarnya.

Perjuangan Petani hingga Dukungan DPR RI

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi PKS, Solihin Buton, mengatakan masuknya program irigasi untuk menopang sektor pertanian di Kabupaten Buru merupakan hasil dari perjuangan berbagai pihak.

Menurutnya, aspirasi para petani, kepala desa, anggota DPRD Kabupaten Buru dan DPRD Provinsi Maluku kemudian mendapat dukungan dari Anggota DPR RI Saadiah Uluputty.

“Kehadiran kami di sini untuk menghadiri Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi. Saya juga sebagai anggota DPRD Provinsi Maluku yang mewakili Buru dan Buru Selatan sekaligus melakukan reses,” ujar Solihin.

Dalam kegiatan reses tersebut, Solihin juga menyerap berbagai aspirasi masyarakat untuk kemudian diperjuangkan melalui Pemerintah Provinsi Maluku maupun melalui dukungan Anggota DPR RI.

Ia berharap saluran yang telah dibangun dapat dirawat dan dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

Desa Awaelinan sendiri merupakan salah satu wilayah eks-transmigrasi yang memiliki potensi pertanian cukup besar. Selain padi sawah, masyarakat juga mengembangkan tanaman hortikultura seperti jagung, kacang-kacangan dan berbagai jenis sayuran.

28 Titik Tersebar di Empat Kecamatan

Anggota DPRD Kabupaten Buru dari Fraksi PKS, Irfan Papalia, menjelaskan bahwa pembangunan saluran tersier memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas pertanian.

Saluran tersier berfungsi mendistribusikan air secara lebih merata hingga langsung ke lahan pertanian. Dengan suplai air yang lebih stabil, petani tidak lagi sepenuhnya bergantung pada curah hujan atau saluran air darurat.

“Saluran tersier berfungsi mendistribusikan air secara merata langsung ke lahan pertanian guna meningkatkan produktivitas pertanian,” jelas Irfan.

Menurutnya, sebagai salah satu daerah yang menjadi lumbung pangan di Maluku, Kabupaten Buru membutuhkan dukungan infrastruktur pertanian yang memadai.

Irfan mengatakan, Saadiah Uluputty memiliki komitmen terhadap penguatan infrastruktur pertanian dan pengurangan ketimpangan pembangunan di Maluku, khususnya melalui aspirasi masyarakat yang diserap saat kunjungan kerja maupun masa reses.

Menariknya, pembangunan saluran tersebut tidak menggunakan kontraktor pihak ketiga. Pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh masyarakat setempat melalui Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) di masing-masing desa.

“Program irigasi tersier yang menggunakan dana aspirasi Saadiah Uluputty di Maluku ada di 34 titik. Kita di Buru mendapat jatah 28 titik yang tersebar di Kecamatan Lolongquba, Waelata, Waeapo dan Airbuaya untuk mendukung program pemerintah pusat terkait pangan nasional,” jelas Irfan.

Ke-28 titik saluran tersier di Kabupaten Buru tersebut kini telah selesai dibangun. Selanjutnya, pengelolaan diserahkan kepada pemerintah desa untuk dimanfaatkan dan dirawat bersama kelompok tani.

Dari Air, Menuju Ketahanan Pangan

Bagi Kabupaten Buru, pembangunan irigasi tersier bukan sekadar pembangunan fisik. Kehadiran infrastruktur tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan produksi pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Air yang mengalir hingga ke lahan petani berarti membuka peluang lebih besar bagi peningkatan produksi, memperluas intensitas tanam, dan pada akhirnya meningkatkan pendapatan serta kesejahteraan masyarakat pedesaan.

Irfan juga menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Saadiah Uluputty kepada Kabupaten Buru.

“Ucapan terima kasih dari Bupati Buru telah disampaikan melalui Wakil Bupati kepada Ibu Saadiah Uluputty karena telah membantu Kabupaten Buru dengan jatah irigasi yang cukup banyak dan maksimal,” tuturnya.

Dengan rampungnya 28 titik irigasi tersier tersebut, harapan baru kini mengalir bersama air menuju lahan-lahan pertanian masyarakat.

Bagi para petani, saluran ini bukan sekadar bangunan beton dan jaringan air. Ia adalah infrastruktur yang membawa harapan—agar sawah tetap terairi, tanaman tumbuh lebih baik, produksi meningkat, dan cita-cita menjadikan Buru sebagai salah satu penopang pangan Maluku semakin kuat. (LTO) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments