NAMROLE – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM) di Jemaat GPM Labuang, Klasis Buru Selatan, tidak hanya diwarnai kemeriahan kegiatan seremonial. Momentum perayaan iman tersebut diwujudkan dalam aksi pelayanan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan tes golongan darah.
Panitia Hari-Hari Besar Gereja dan Nasional (HBGN) Jemaat GPM Labuang menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma kepada warga jemaat.
Kegiatan berlangsung di halaman Gedung Gereja Protestan Maluku (GPM) Jemaat GPM Labuang, Rabu (2/9/2026), dan diikuti warga dari 15 unit pelayanan Jemaat GPM Labuang.
Sejak kegiatan dimulai, antusiasme warga terlihat cukup tinggi. Mereka secara bergantian mengikuti sejumlah pemeriksaan kesehatan yang disiapkan tim pelayanan.
Pantauan media ini, pemeriksaan meliputi screening kesehatan, pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan tekanan darah, kolesterol, tes golongan darah, serta sejumlah pemeriksaan kesehatan lainnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Buru Selatan, Sami Latbual, bersama jajaran pengurus PMI; Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang, Pdt. Ine Apono/Singkery; para perangkat pelayan; Ketua Panitia HBGN Jemaat GPM Labuang, Erick Tanalepy, bersama para ketua seksi dan anggota panitia; serta warga jemaat dari 15 unit pelayanan.
Gereja Hadir Lewat Pelayanan Nyata
Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang, Pdt. Ine Apono/Singkery, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada PMI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan yang telah mendukung pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini memiliki makna penting karena perayaan HUT GPM tidak hanya dimaknai melalui kegiatan seremonial, tetapi juga diwujudkan dalam pelayanan yang memberikan manfaat langsung bagi warga jemaat.“Kami menyampaikan terima kasih kepada PMI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan atas kerja sama yang sangat baik dalam kegiatan pemeriksaan kesehatan ini. Kami juga mengapresiasi Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan, khususnya Dinas Kesehatan, yang telah merespons dengan baik koordinasi yang dilakukan panitia,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara gereja, pemerintah dan lembaga kemanusiaan seperti PMI dapat terus dibangun sehingga kegiatan pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Harapan kami, kerja sama seperti ini tidak berhenti sampai di sini. Gereja akan terus membuka ruang untuk berkolaborasi dalam kegiatan-kegiatan yang menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
HBGN Ingin Perayaan HUT GPM Benar-Benar Dirasakan Warga
Sementara itu, Ketua Panitia HBGN Jemaat GPM Labuang, Erick Tanalepy, mengatakan pemeriksaan kesehatan gratis dan tes golongan darah merupakan salah satu bentuk kepedulian panitia kepada warga jemaat dalam menyemarakkan HUT ke-91 GPM.
Menurut Tanalepy, panitia berupaya agar seluruh rangkaian HBGN tidak sekadar menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memiliki nilai pelayanan dan memberikan manfaat nyata.
“Kami ingin momentum HUT ke-91 GPM ini benar-benar dirasakan oleh seluruh warga jemaat. Karena itu, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan tes golongan darah ini kami hadirkan sebagai bentuk kepedulian serta pelayanan kepada warga,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PMI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Buru Selatan yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi bagian dari semangat pelayanan gereja. Ketika gereja hadir dan bekerja bersama berbagai pihak, manfaatnya bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” tuturnya.
PMI: Pelayanan Kemanusiaan Harus Menyentuh Masyarakat
Wakil Ketua Bidang Organisasi PMI Kabupaten Buru Selatan, Sami Latbual, menegaskan kehadiran PMI dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk respons terhadap kerja sama dan komunikasi yang terbangun bersama pihak gereja.
Menurutnya, PMI memiliki komitmen untuk terus memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat tanpa membedakan latar belakang.“Kehadiran kami di Jemaat GPM Labuang merupakan bentuk respons atas kerja sama dengan pihak gereja. PMI tentu menyambut baik setiap kesempatan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegas Latbual.
Ia mengatakan, pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu langkah penting untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih dini.
“Yang paling utama adalah bagaimana masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik. Pemeriksaan kesehatan seperti ini penting karena dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan mereka sejak dini,” ujarnya.
Latbual juga mengapresiasi Panitia HBGN Jemaat GPM Labuang yang telah membuka ruang kolaborasi dengan PMI dan Dinas Kesehatan.
Menurutnya, sinergi antara lembaga kemanusiaan, pemerintah dan institusi keagamaan merupakan kekuatan penting dalam menghadirkan pelayanan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Tes Golongan Darah, Pengetahuan Sederhana yang Bisa Menjadi Penting
Suasana pemeriksaan berlangsung penuh kekeluargaan. Warga tampak antusias mengikuti setiap tahapan pelayanan yang diberikan tim kesehatan.
Selain memperoleh pemeriksaan kesehatan, warga juga mendapatkan kesempatan mengetahui golongan darah masing-masing. Pengetahuan tersebut menjadi hal penting untuk diketahui sebagai bagian dari informasi dasar kesehatan seseorang, terutama dalam situasi yang membutuhkan penanganan medis.
Kegiatan tersebut juga mendapat pengamanan dari anggota Polres Buru Selatan, sehingga seluruh rangkaian pelayanan berlangsung aman, tertib dan lancar.
Pemeriksaan kesehatan gratis ini sekaligus memperlihatkan bahwa semangat HUT ke-91 GPM di Jemaat GPM Labuang bukan sekadar merayakan perjalanan panjang gereja selama 91 tahun.
Lebih dari itu, perayaan tersebut menjadi ruang untuk menghadirkan kasih dalam bentuk pelayanan, kepedulian dalam bentuk tindakan, dan kebersamaan melalui kolaborasi.
Gereja, pemerintah dan lembaga kemanusiaan berjalan bersama untuk menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Sebab, perayaan iman yang paling bermakna bukan hanya ketika dirayakan dengan sukacita, tetapi ketika sukacita itu mampu menjadi berkat bagi sesama. (AL)



0 Comments