Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Sukacita HUT ke-91 GPM Bergema di Labuang, 15 Unit Pelayanan Satukan Langkah dalam Kasih

NAMROLE – Sukacita dan rasa syukur kepada Tuhan memenuhi Pastori II Jemaat GPM Labuang, Klasis Buru Selatan, Selasa (1/9/2026). Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 Gereja Protestan Maluku (GPM), seluruh warga jemaat larut dalam semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pelayanan.

Perayaan yang akan mencapai puncaknya pada 6 September 2026 itu diawali dengan defile 15 unit pelayanan Jemaat GPM Labuang. Satu per satu unit tampil penuh semangat dengan yel-yel masing-masing, menghadirkan suasana meriah sekaligus menggambarkan kekompakan warga jemaat dalam menyambut 91 tahun perjalanan pelayanan GPM.

Ke-15 unit pelayanan tersebut yakni Humkolon (Lumbung), Wae Newen (Air Hidup), Wae Fuhan (Mata Air), Fatsinan (Batu Bersinar), Leasida (Matahari Terbit), Kanaun Gosat (Kabar Baik), Wae Modat (Air Penyejuk), Muan Modan (Damai Sejahtera), Esnaba Modat (Pelabuhan Damai), Enwenet (Puji-Pujian), Gugul Efitan (Firman), Lalhaat (Murah Hati), Salawatu (Doa), Reuk Saro (Saling Merangkul), dan Enheret (Kasih Sayang).

Nama-nama tersebut bukan sekadar identitas unit pelayanan. Di dalamnya terkandung makna rohani yang mengingatkan setiap warga jemaat bahwa kehidupan bergereja merupakan panggilan untuk menghadirkan kasih, damai, pengharapan, dan menjadi berkat bagi sesama.

Gereja Basudara Hadir, Persaudaraan Makin Kuat

Semarak HUT ke-91 GPM di Jemaat Labuang semakin terasa dengan keterlibatan Gereja Basudara yang berada di Desa Labuang.

Kehadiran mereka menjadi gambaran indah tentang kehidupan bersama yang dibangun atas dasar persaudaraan. Perayaan syukur HUT GPM tidak hanya menjadi milik warga GPM, tetapi juga menjadi ruang untuk merawat kebersamaan dan mempererat hubungan antarumat dalam semangat kasih.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin Pdt. Lita Nurlatu. Doa tersebut menjadi landasan spiritual agar seluruh kegiatan tidak berhenti pada kemeriahan, tetapi benar-benar menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan pelayanan gereja.

HUT ke-91 GPM tahun ini mengusung tema “Bersyukur dan Tekunlah Bermisi dengan Takut Akan Allah.”

Tema tersebut menjadi panggilan bagi seluruh warga gereja untuk tidak hanya bersyukur atas perjalanan panjang GPM, tetapi juga terus tekun menjalankan tugas dan panggilan gereja di tengah kehidupan umat, masyarakat, dan bangsa.

91 Tahun Bukan Sekadar Angka

Ketua Majelis Jemaat GPM Labuang, Pdt. Ine Apono/Singkery, dalam sambutannya mengajak seluruh warga jemaat memaknai HUT GPM secara lebih mendalam.

Menurutnya, perayaan HUT GPM bukan sekadar seremonial ataupun rutinitas tahunan, melainkan momentum untuk melihat kembali perjalanan panjang pelayanan gereja sekaligus merefleksikan karya dan penyertaan Tuhan.

“Perayaan Hari Ulang Tahun Gereja Protestan Maluku bukan sekadar kegiatan seremonial atau rutinitas yang dilakukan setiap tahun. Perayaan ini menjadi kesempatan bagi kita untuk mengingat kembali perjalanan panjang pelayanan Gereja Protestan Maluku dalam usia 91 tahun pada tanggal 6 September nanti,” ungkap Pdt. Ine.

Ia menegaskan, perjalanan panjang GPM selama 91 tahun tidak terlepas dari penyertaan Tuhan.

Karena itu, warga gereja diajak untuk terus mensyukuri kasih Tuhan sekaligus melakukan refleksi terhadap karya pelayanan yang telah dilakukan dari generasi ke generasi.

Selama 91 tahun, GPM telah hadir dalam kehidupan umat, masyarakat, dan bangsa. Gereja diharapkan terus menjadi sumber kasih, damai sejahtera, keteladanan, dan pengharapan bagi semua orang.

Pdt. Ine juga mengajak warga Jemaat GPM Labuang menjadikan momentum HUT ke-91 sebagai kesempatan memperkuat persekutuan, baik di tingkat sektor maupun unit pelayanan.

“Jangan menjadikan perayaan ini hanya sebagai tempat untuk menunjukkan kehebatan kita, tetapi bagaimana kita menunjukkan kekompakan dan kebersamaan dalam unit-unit pelayanan masing-masing,” pesannya.

Tawa dan Sukacita Warnai Perlombaan

Setelah pembukaan, suasana semakin semarak dengan berbagai perlombaan yang melibatkan warga dari sejumlah unit pelayanan.

Berbagai permainan seperti mengisi air ke dalam botol, mengangkat karet gelang dengan sedotan, makan pisang, memasukkan sedotan ke dalam botol, hingga memasukkan paku ke dalam botol berhasil mengundang tawa dan sorak-sorai warga jemaat.

Namun, di balik keseruan tersebut terdapat pesan yang jauh lebih penting: membangun kebersamaan, sportivitas, kekompakan, dan persaudaraan.

Setiap peserta tidak hanya berlomba untuk menjadi pemenang, tetapi juga belajar bahwa sukacita akan menjadi lebih bermakna ketika dirasakan dan dirayakan bersama.

Panitia Hari-Hari Besar Gerejawi yang diketuai Erick Tanalepy tampak kompak mempersiapkan dan mengawal seluruh rangkaian kegiatan. Koordinasi yang baik membuat setiap agenda berjalan tertib dalam suasana penuh kekeluargaan.

Pdt. Ine kemudian secara resmi membuka seluruh rangkaian kegiatan menyongsong HUT ke-91 GPM Jemaat Labuang.

“Allah yang Memberi Pertumbuhan”

Dalam pesan penutupnya, Pdt. Ine mengingatkan seluruh warga jemaat bahwa setiap pelayanan yang dilakukan manusia pada akhirnya tetap berada dalam penyertaan dan kehendak Tuhan.

Mengutip pesan Rasul Paulus, ia mengingatkan bahwa manusia memiliki tugas untuk menanam dan menyiram, tetapi Tuhanlah yang memberikan pertumbuhan.

“Ingatlah moto kita, Aku menanam, Apolos menyiram, tetapi Allah yang memberi pertumbuhan,” ucapnya.

Pesan tersebut menjadi refleksi penting bagi seluruh warga Jemaat GPM Labuang bahwa perjalanan 91 tahun GPM bukan semata-mata hasil kerja manusia, melainkan buah dari penyertaan dan kasih Tuhan yang terus menyertai gereja dari generasi ke generasi.

HUT ke-91 GPM di Jemaat Labuang akhirnya bukan sekadar cerita tentang defile, perlombaan, maupun kemeriahan.

Lebih dari itu, perayaan ini menjadi perjumpaan iman dan persaudaraan—sebuah momentum untuk mensyukuri perjalanan panjang GPM, memperkuat persekutuan, meneguhkan pelayanan, serta mempererat hubungan dengan sesama dalam semangat Gereja Basudara.

Sebab, bertambahnya usia gereja bukan hanya tentang berapa banyak tahun yang telah dilewati, tetapi tentang seberapa dalam kasih Tuhan dirasakan, seberapa kuat persaudaraan dibangun, dan seberapa tulus umat terus menghadirkan kasih, damai, serta pengharapan bagi sesama.

Selamat menyongsong HUT ke-91 GPM. Bersyukur, terus bermisi, dan tetap menjadi berkat. (KT/03) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments