![]() |
Oleh
Nurhidayatullah
B. Cottong
Ketua Umum Fraksi Muda
Indonesia
|
Kondisi perpolitikan di Indonesia semakin hari semakin dinamis, namun karena kedinamisan itu banyak spot yang kemudian tak terkontrol dengan baik, bahkan menjadi peluang untuk saling menjatuhkan, alhasil demokrasi di Negara kita banyak ternodai oleh modus-modus kekinian yang kata para politisi senior ini adalah dinamika demokrasi yang terjadi.
Pertanyaannya, apakah dari masa reformasi
hingga kini zaman now akan terus terusan seperti itu? Para generasi bangsa
telah di pertontonkan dengan sangat tidak demokratif, demi mencapai kekuasaan,
mengabulkan ambisi pribadi, politik santun yang dibangun para pendahulu tidak
lagi ada saat sekarang ini.
Semua adalah tentang siapa yang lebih berkuasa,
kenapa? Itulah sistem yang saat ini terjadi, siapa yang berkuasa dialah yang
berhak memberikan rekomendasi menjadi pemimpin di masa yang akan datang. Tidak
lagi berkaca pada siapa yang lebih berkualitas menyonsong masa depan bangsa.
Tapi siapa yang lebih (pas) dengan sistem yang dibangun dan dibutuhkan.
Tak lain, Semua ini bermuara pada apa yang
bisa kamu manajemen, apakah kamu punya manusia (massa), dan apakah kamu punya
(budgeting) untuk merawat apa yang kamu punya? Idealis dan realistis yang berkecamuk
merusak tatanan bangsa ini.
Ketika idealisme kita disusun dengan
sangat rapi tanpa noda, prosesnyalah yang mulai beragam warna, karena
keberagaman proses yang tak terkontrol dengan baik, realita di masyarakat
semakin tak terdefenisikan.
Sungguh kacau balau, demokrasi kita di
Indonesia, kalau sistem ini akan terus-terusan menjadi penguasa di Negeri ini.
Bangsa ini perlu revolusi yang
berkemajuan, anak muda sebagai generasi bangsa perlu paham kemana arah bangsa
ini akan dibawa dengan sistem demokrasi yang ada di Indonesia.
Anak muda harus mengedukasi diri perihal
kondisi masyarakat yang lebih luas, melihat dari gerbang lapangan "apa
yang harus diperjuangkan? " inikah yang tepat dan atau apa yang
mengendalikan semua ini kenapa bisa terjadi?"
Sungguh sederhana logika untuk menarik
ujung permasalahan negeri ini, Namun dengan sistem yang seperti sekarang ini,
sedikit saja ada perubahan yang akan diperbuat, maka modus modus kekinian akan
lebih merambah ke berbagai sudut kehidupan.
Kuncinya satu, pahami diri dengan
mengedukasi banyak orang, bahwa politik hari ini perlu dimaknai lebih luas,
tentang kenapa saya menjadi pelajar, mahasiswa, menggeluti profesi tertentu,
atau kelompok-kelompok tertentu. Itu bukan tanpa alasan, anda adalah bagian
dari hasil kebijakan politik yang di sepakati.
Setelah memahami, tunjukkan kalau
cita-cita bangsa Indonesia akan terulang kembali melalui satu pembuktian pemuda
yang disebut "PERSATUAN".
Untuk itu perlu wadah gerakan yang tidak
hanya melek politik semata, tapi perlu perubahan yang terpimpin menuju
cita-cita bangsa. Fraksi Muda Indonesia (FMI) hadir sebagai sebuah restorasi
perubahan anak muda dalam mencapai ruang kemerdekaan yang sesungguhnya.
Memahami politik yang lebih santun, lebih
menghargai perjuangan, menegakkan demokrasi yang sesungguhnya demokratif,
saling mensupport dan bersatu dalam bingkai kebhinnekaan.
Sebagai organisasi kepemudaan yang concern
pada pendidikan politik pemuda di Indonesia, maka "PERSATUAN" adalah modal dan senjata utama untuk
mewujudkan mimpi Indonesia yang sesungguhnya. (*)

0 Comments