Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Tim Bareskrim Gagalkan Peredaran 15 Kg Heroin di Jalinsum Asahan, Dua Orang Diamankan

Asahan – Sebuah unggahan yang beredar luas di media sosial mengungkap dugaan penggagalan peredaran gelap narkotika jenis heroin oleh aparat penegak hukum dari Mabes Polri. Informasi tersebut kemudian ditelusuri dan dirangkum kembali oleh kru media dengan penyusunan bahasa yang lebih sistematis tanpa mengubah substansi kejadian.

Peristiwa itu disebut terjadi di Jalan Lintas Tanjung Balai–Asahan, Provinsi Sumatera Utara, Senin (16/02/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Arus lalu lintas di jalur tersebut terpantau normal, dengan kendaraan bus antarkota, truk, dan kendaraan pribadi melintas seperti biasa.

Di tengah aktivitas malam itu, tim Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dikabarkan tengah melakukan pengintaian sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan untuk memutus jalur distribusi narkoba via darat.

Target operasi terlihat melintas menggunakan sepeda motor Honda Scoopy dan langsung dihentikan petugas. Dua pria diamankan di lokasi, salah satunya diketahui bernama Okto Jefri Sihombing (42). Saat itu, Okto membawa tas ransel berwarna abu-abu.

Ketika dilakukan pemeriksaan, tas tersebut berisi 15 bal heroin dengan total berat sekitar 15 kilogram. Jumlah tersebut tergolong besar untuk distribusi melalui jalur darat dan diduga merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika lintas wilayah.

Ojek Disewa, Hasil Tes Urine Positif

Fakta lain yang terungkap, Okto tidak mengendarai motor sendiri. Ia disebut menyewa jasa seorang tukang ojek pangkalan berinisial AS (37) untuk perjalanan dari Tanjung Balai menuju kawasan Simpang Kawat, Kisaran.

Dalam keterangan awal, AS mengaku hanya menjalankan tugas sebagai pengemudi ojek dan tidak mengetahui isi tas yang dibawa penumpangnya. Namun, hasil tes urine di lokasi menunjukkan Okto positif mengonsumsi sabu.

Tak hanya itu, AS juga dinyatakan positif mengandung sabu dan ganja berdasarkan hasil pemeriksaan awal tersebut.

Diduga Ada Pengendali di Balik Layar

Dari hasil interogasi awal, muncul satu nama yang diduga berperan sebagai pengendali utama jaringan, yakni seseorang berinisial Habib. Sosok ini disebut mengatur pengiriman heroin tersebut dari belakang layar.

Saat ini, belasan kilogram heroin, tas ransel, serta sepeda motor yang digunakan telah diamankan sebagai barang bukti. Penyidik Dittipidnarkoba Bareskrim Polri masih melakukan pendalaman, termasuk menelusuri jejak komunikasi dari perangkat telepon yang disita guna mengungkap jaringan lebih luas.

Penangkapan ini diduga bukan akhir dari rangkaian pengungkapan kasus, melainkan bagian dari upaya membongkar jaringan peredaran narkotika di wilayah pesisir timur Sumatera.

Sementara itu, kru media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pemilik akun media sosial yang pertama kali menyebarkan informasi tersebut serta menghubungi call center Dittipidnarkoba Bareskrim Mabes Polri. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait.

(Jul) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments