Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Golkar Bursel Naik Kelas: Musda V Tampilkan Soliditas Besi, Visi Besar, dan Kepemimpinan Visioner

Namrole – Partai Golkar Kabupaten Buru Selatan (Bursel) benar-benar menunjukkan kelasnya. Musyawarah Daerah (Musda) ke-V yang digelar di Gedung Serbaguna Pemda Bursel, Rabu (8/4/2026), bukan sekadar agenda organisasi, melainkan panggung pembuktian bahwa Golkar Bursel adalah kekuatan politik paling siap, paling solid, dan paling visioner dalam mengawal masa depan daerah.

Mengusung tema “Golkar Solid, Indonesia Maju”, Musda ini tampil megah, berwibawa, dan penuh energi konsolidasi. Dari tata ruang yang elegan hingga kehadiran tokoh-tokoh penting lintas sektor, semuanya mempertegas satu pesan kuat: Golkar Bursel sedang berada di jalur kebangkitan besar.

Musda secara resmi dibuka oleh Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku, Umar A. Lessy, yang menegaskan bahwa Golkar bukan partai biasa. Golkar adalah organisasi dengan sejarah panjang, fondasi ideologis yang kokoh, serta tradisi pengabdian yang telah teruji oleh waktu.

“Golkar lahir dari karya dan pengabdian. Itu yang harus terus kita hidupkan. Musda ini adalah momentum kebangkitan momentum untuk memperkuat struktur, memperluas pengaruh, dan memastikan Golkar benar-benar hadir di tengah rakyat,” tegasnya dengan penuh penekanan.

Ia juga mengingatkan bahwa di tengah ketidakpastian global dan tantangan ekonomi, Golkar harus tampil sebagai solusi bukan sekadar kekuatan politik, tetapi sebagai penggerak nyata pembangunan dan kesejahteraan.

Di tingkat daerah, kepemimpinan Ketua DPD II Partai Golkar Bursel, Asriyadi Tomia, tampil sebagai figur sentral yang memancarkan arah dan ketegasan. Dalam pidatonya yang tajam dan penuh substansi, Asriyadi tidak sekadar berbicara visi ia menawarkan peta jalan konkret.

Ia menegaskan bahwa Golkar harus berdiri paling depan dalam memperjuangkan pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kebutuhan mendesak masyarakat.

“Tidak boleh ada lagi wilayah terisolasi di Buru Selatan. Jalan dan jembatan bukan sekadar proyek, tetapi urat nadi kehidupan ekonomi rakyat. Golkar harus memastikan itu terwujud,” tegasnya.

Namun yang paling mencolok adalah dorongan kuat terhadap agenda hilirisasi pertanian sebuah gagasan strategis yang menunjukkan kedalaman visi Golkar Bursel.

Menurut Asriyadi, ketergantungan pada penjualan bahan mentah adalah akar dari lambatnya pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, Golkar harus menjadi lokomotif perubahan.

“Hilirisasi adalah kunci. Kita tidak boleh terus menjual bahan mentah. Kita harus mengolah, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memastikan petani menjadi pelaku utama ekonomi, bukan sekadar penonton,” tegasnya dengan nada optimistis.

Ia bahkan menegaskan bahwa Golkar harus aktif mendorong investasi, memperkuat kualitas SDM, serta membuka akses pasar yang lebih luas sebuah pendekatan yang menunjukkan bahwa Golkar Bursel tidak hanya berpikir politik, tetapi juga ekonomi secara serius dan terukur.

Bupati Buru Selatan, La Hamidi, dalam sambutannya memperkuat legitimasi politik Golkar sebagai mitra strategis pemerintah. Ia menyebut Musda sebagai forum penting yang menentukan arah masa depan organisasi sekaligus kontribusinya terhadap pembangunan daerah.

“Golkar adalah kekuatan besar yang tidak bisa dipisahkan dari pembangunan. Dengan soliditas yang kuat, Golkar akan menjadi pilar penting dalam mendorong kemajuan Buru Selatan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kepemimpinan yang berintegritas dan soliditas internal sebagai fondasi utama keberhasilan organisasi.

Musda V ini juga menjadi etalase kekuatan struktur Golkar yang mengakar hingga ke bawah. Kehadiran organisasi sayap seperti SOKSI, MKGR, AMPI, dan Al Hidayah, serta pengurus dari enam kecamatan, membuktikan bahwa mesin partai bekerja solid dari tingkat desa hingga kabupaten.

Tak hanya kuat secara politik, Golkar Bursel juga menunjukkan wajah humanisnya. Di akhir kegiatan, ratusan paket sembako dibagikan kepada masyarakat sebuah langkah nyata yang menegaskan bahwa Golkar bukan hanya hadir saat berbicara, tetapi juga saat masyarakat membutuhkan.

Lebih dari itu, kemegahan pelaksanaan Musda menjadi simbol bahwa Golkar Bursel telah bertransformasi menjadi organisasi modern, profesional, dan penuh percaya diri dalam menatap masa depan.

Musda V ini mengirimkan pesan yang sangat jelas:
Golkar Bursel tidak sekadar bertahan—tetapi melaju, memimpin, dan siap mendominasi arah pembangunan daerah.

Dengan soliditas yang menguat, kepemimpinan yang visioner, serta gagasan pembangunan yang konkret, Golkar Bursel kini berdiri sebagai kekuatan politik yang bukan hanya besar secara struktur, tetapi juga kuat dalam ide, kerja, dan keberpihakan kepada rakyat. (AL) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments