Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480



Kakek di Sleman Ditemukan Tewas di Tengah Tumpukan Sampah Kali Konteng

SLEMAN – Warga Dusun Pereng Kembang, Kalurahan Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman digegerkan dengan penemuan jasad seorang kakek berusia 70 tahun di aliran Kali Konteng, Sabtu pagi (11/4/2026).

Korban diketahui berinisial NR (70), warga Kalurahan Sidoarum, Godean, Sleman. Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, tersangkut di antara tumpukan sampah berupa ranting pohon, bambu, dan material lain yang terbawa arus banjir sehari sebelumnya.

Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo, membenarkan penemuan tersebut. Menurutnya, jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 09.30 WIB saat warga bersama aparat kalurahan melakukan kerja bakti membersihkan sungai yang tersumbat sampah.

“Warga menggunakan alat berat excavator untuk mengeruk sampah yang menutup aliran sungai. Saat proses pengerukan, operator dan warga melihat tangan manusia muncul dari tumpukan sampah,” ujarnya kepada wartawan.

Penemuan itu sontak membuat suasana kerja bakti berubah mencekam. Warga segera menghentikan aktivitas dan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Dari hasil penelusuran, korban diketahui merupakan lansia yang mengalami pikun. Menurut keterangan keluarga, korban kerap keluar rumah sendirian dan kesulitan kembali pulang.

Korban terakhir kali meninggalkan rumah pada Jumat dini hari sekitar pukul 04.00 WIB, beberapa jam sebelum hujan deras dan banjir melanda wilayah Sleman.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro, menjelaskan pihak keluarga sempat melapor ke polisi sekitar pukul 11.00 WIB terkait hilangnya korban.

Namun petugas kemudian menerima informasi adanya penemuan mayat laki-laki di Kali Konteng. Keluarga yang datang ke lokasi langsung mengenali jasad tersebut sebagai anggota keluarganya.

Peristiwa ini menambah duka sekaligus menjadi pengingat bagi keluarga yang memiliki anggota lansia dengan gangguan ingatan agar mendapat pengawasan lebih ketat, terutama saat cuaca ekstrem dan kondisi lingkungan berbahaya. (KT/W) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments