Ambon – Komitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang industri terus diperkuat oleh Politeknik Negeri Ambon (Polnam). Bersama Inpex Corporation dan PT Jotun Indonesia, Polnam menggelar Workshop Surface Preparation, Painting and Protective Coating pada industri minyak dan gas yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (19–20 Mei 2026), di Kampus Politeknik Negeri Ambon.
Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa dan dosen Polnam sebagai upaya memperkuat kompetensi teknis dan keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja, khususnya pada sektor minyak dan gas yang terus berkembang.
Perwakilan Tim Inpex Masela, George Engels, menjelaskan bahwa workshop tersebut merupakan kelanjutan dari kegiatan kuliah umum sebelumnya yang membahas pengelasan dan korosi.
“Workshop kali ini lebih fokus pada persiapan pekerjaan permukaan (surface preparation), yang merupakan tahapan penting sebelum proses pelapisan atau pengecatan dilakukan,” jelas Engels.
Ia mengatakan, selama dua hari peserta akan mendapatkan materi langsung dari tim spesialis korosi Inpex bersama tenaga ahli dari PT Jotun Indonesia sebagai bentuk transfer pengetahuan dan pengalaman industri kepada mahasiswa.
Menurutnya, pemahaman mengenai persiapan permukaan memiliki peranan yang sangat penting dalam berbagai sektor industri karena berhubungan langsung dengan ketahanan material dan efisiensi operasional.
“Baik pada mobil, kapal, hingga fasilitas produksi di Blok Masela, persiapan permukaan yang baik sangat penting agar material tidak mudah mengalami korosi dan memiliki daya tahan yang lebih lama,” katanya.
Lebih lanjut, Engels menilai bidang protective coating dan pengendalian korosi memiliki prospek karir yang menjanjikan di masa mendatang. Menurutnya, kebutuhan industri tidak hanya terbatas pada tenaga pengelasan (welder), tetapi juga memerlukan tenaga ahli yang memahami perlindungan material dan sistem pelapisan industri.
“Ini dapat menjadi salah satu jalur karir profesional yang dapat dipilih mahasiswa ke depan. Karena itu saya berharap peserta dapat mengikuti seluruh materi dengan serius,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Bidang Akademik Polnam, Noce Novi Tetelepta, saat membuka kegiatan menyampaikan apresiasi kepada Inpex dan PT Jotun Indonesia atas kolaborasi yang terus mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa.
“Kami berterima kasih kepada Inpex dan Jotun yang telah berbagi ilmu dan pengalaman kepada mahasiswa maupun dosen. Semoga kegiatan ini menjadi bekal penting untuk meningkatkan kompetensi peserta,” katanya.
Dosen Teknik Mesin Polnam tersebut menjelaskan bahwa pengecatan industri atau industrial coating bukan sekadar memberikan lapisan warna pada material, melainkan proses teknis yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas dan umur aset industri.
“Pelapisan industri bertujuan mencegah korosi, melindungi material dari suhu ekstrem maupun bahan kimia, serta memperpanjang umur aset. Berbeda dengan cat dekoratif, proses ini membutuhkan standar teknis yang tinggi sesuai prosedur industri,” jelasnya.
Workshop yang dipusatkan di Auditorium dan Bengkel Otomotif Polnam itu menghadirkan sesi teori serta praktik langsung sehingga peserta tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga pengalaman lapangan yang aplikatif.
Melalui kolaborasi ini, Polnam berharap mahasiswa mampu meningkatkan daya saing, memperluas wawasan industri, serta memiliki keterampilan yang siap diterapkan dalam dunia kerja, khususnya untuk menjawab kebutuhan sektor migas di masa depan. (KT/04)

0 Comments