Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Pasang Iklan? Hubungi 085344204480


Selama 9 Hari, Ribuan Umat Katolik di Aru Doakan Perdamaian Dunia

Dobo – Konflik dan peperangan yang terus terjadi di berbagai belahan dunia menggugah kepedulian umat Katolik di Kepulauan Aru. Selama sembilan hari berturut-turut, ribuan umat di Kota Dobo bersatu dalam doa Rosario untuk memohon perdamaian dunia dan berakhirnya peperangan global.

Gerakan doa ini dipimpin oleh Vikaris Episkopal Wilayah Kepulauan Aru sekaligus Pastor Paroki Santa Maria de Fatima Dobo, RP. Tino Ulahayanan. Ia mengajak seluruh umat Katolik untuk bersama-sama “mengetuk pintu langit” demi keselamatan umat manusia dari dampak perang yang terus memakan korban jiwa.

Belajar dari Pesan Fatima

Menurut Pastor Tino, gerakan spiritual tersebut terinspirasi dari peristiwa penampakan Bunda Maria di Fatima pada 13 Mei 1917 kepada tiga anak gembala, yakni Lucia Santos, Jacinta Marto, dan Francisco Marto.

“Saat penampakan terjadi, Perang Dunia belum pecah, tapi Bunda Maria sudah mengingatkan hal itu. Sejarah membuktikan semuanya terjadi. Namun lewat kekuatan doa Rosario yang didaraskan setiap hari, kedamaian dunia akhirnya terwujud dan Tembok Berlin pun runtuh. Itu adalah mukjizat nyata,” ungkap Pastor Tino.

Ia juga menegaskan kembali pesan perdamaian yang terus disampaikan Pemimpin Gereja Katolik Dunia agar semua pihak yang bertikai menghentikan perang dan mengedepankan dialog.

“Bapa Suci sudah berulang kali menyerukan agar perang dihentikan. Semua pihak yang bertikai harus duduk bersama dan berdialog. Dalam perang, tidak ada istilah menang. Semua orang, baik kawan maupun lawan, pada akhirnya akan menjadi korban,” tambahnya.

Doa Rosario Bergilir dari Rumah ke Rumah

Gerakan Novena ini digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Pelindung Paroki Maria de Fatima Dobo pada 13 Mei 2026. Kegiatan berlangsung sejak 4 hingga 12 Mei 2026 dengan doa Rosario yang dilakukan secara bergilir dari rumah ke rumah.

Suasana religius terasa kuat di Dobo setiap malam. Berdasarkan pantauan di lapangan, sekitar 11 ribu umat Katolik larut dalam doa bersama dengan satu intensi yang sama: menghentikan perang dan menghadirkan perdamaian di bumi. (YL) 

Baca Juga

Post a Comment

0 Comments