JAKARTA – PT PLN Energi Gas (PLN EG) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Laporan Pertanggungjawaban Tahunan (LPT) Tahun Buku 2025 di Jakarta, Selasa (30/6/2026). Forum tersebut menjadi momentum evaluasi kinerja perusahaan sekaligus penegasan komitmen untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan daya saing di tengah tantangan bisnis yang semakin kompetitif.
RUPS dihadiri seluruh pemegang saham, yakni PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) dan Yayasan Pendidikan dan Kesejahteraan PT PLN (YPK PLN), bersama jajaran Dewan Komisaris, Direksi, serta manajemen PLN Energi Gas.
Sebagai forum tertinggi perusahaan, RUPS LPT membahas sekaligus menetapkan berbagai agenda strategis, di antaranya persetujuan Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2025, persetujuan Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, serta pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pelaksanaan tugas pengurusan maupun pengawasan sepanjang tercermin dalam laporan tahunan dan laporan keuangan perusahaan.
Persetujuan tersebut menjadi bentuk kepercayaan pemegang saham terhadap pengelolaan perusahaan yang dinilai telah dilaksanakan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, Anggaran Dasar Perseroan, serta prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Dalam kesempatan itu, Komisaris Utama PT PLN Energi Gas, Saiful Chaniago, menyampaikan apresiasi atas capaian kinerja perusahaan sepanjang tahun buku 2025. Menurutnya, Perseroan berhasil membukukan nilai Key Performance Indicator (KPI) sebesar 101,08, yang menunjukkan performa sangat baik pada sejumlah aspek bisnis dan operasional.
Meski demikian, Saiful menegaskan bahwa pencapaian tersebut tidak boleh membuat perusahaan berpuas diri. Ia meminta Direksi dan seluruh jajaran manajemen terus melakukan berbagai langkah perbaikan agar kinerja perusahaan semakin optimal.
"Kami mengapresiasi capaian kinerja Perseroan yang sangat baik. Namun, Direksi dan seluruh jajaran manajemen harus terus meningkatkan kinerja, khususnya pada indikator peningkatan investasi dan indikator kepatuhan yang belum mencapai target, serta terus menangkap berbagai peluang bisnis baru di tengah persaingan usaha yang semakin dinamis," ujar Saiful.
Ia menambahkan, tantangan industri energi ke depan akan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan inovasi, penguatan tata kelola, serta strategi bisnis yang adaptif agar PLN Energi Gas mampu mempertahankan pertumbuhan dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pengembangan sektor energi nasional.
Melalui hasil RUPS ini, PLN Energi Gas diharapkan semakin memperkuat transformasi bisnis, meningkatkan efisiensi operasional, memperluas peluang investasi, serta terus mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik sebagai fondasi dalam menciptakan pertumbuhan usaha yang berkelanjutan. (Nanang)

0 Comments